Pengakuan Soeharto: Dana di Yayasan Supersemar Bukan Milik Saya

Hal itu disampaikan Prasetyo saat ditanyai tanggapan ihwal keengganan Tommy menyerahkan Gedung Granadi yang menjadi kantor perusahaannya.

Pengakuan Soeharto: Dana di Yayasan Supersemar Bukan Milik Saya
tribunnews
Soeharto 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Jaksa Agung HM Prasetyo meminta Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto segera menyerahkan Gedung Granadi yang menjadi objek eksekusi kasus Yayasan Supersemar.

Hal itu disampaikan Prasetyo saat ditanyai tanggapan ihwal keengganan Tommy menyerahkan Gedung Granadi yang menjadi kantor perusahaannya.

"Darimana pun asalnya kami harapkan mereka segera memenuhi kewajibannya," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Terlebih, lanjut Prasetyo, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan Yayasan Supersemar membayar Rp 4,4 triliun kepada negara.

Sebelumnya, dalam wawancara di salah satu episode Mata Najwa yang diunggah di akun Youtube NajwaShihab, Rabu (11/7/2018), Tommy menyatakan Gedung Granadi tak dapat dieksekusi.

Menurut Tommy, gedung itu bukan kepunyaan Yayasan Supersemar melainkan Perusahaan Granadi, sehingga tidak bisa diesekusi.

***

SOAL Yayasan Supersemar, mantan Presiden RI Soeharto sendiri semasa hidupnya, pernah memberikan klarifikasi.

Tidak hanya Yayasan Supersemar, Soeharto juga menjelaskan berbagai yayasan lainnya yang pernah dikelolanya.

Diantaranya, Yayasan Dharmais, Yayasan Supersemar, Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP), Yayasan Dana Karya Abadi (Dakab), Yayasan Purna Bakti Pertiwi.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved