Rasakan Toleransi di Kotamobagu
Masyarakat Kotamobagu, hidup bertoleran hal ini dirasakan gadis cantik bernama lengkap Putri Massita Sumeru.
Penulis: | Editor: Arthur_Rompis
TRIBUN MANADO.CO.ID - Toleransi antar umat beragama di Kotamobagu turut dirasakan Putri Massita Sumeru.
Gadis cantik ini menyebut, toleransi antar umat beragama di Kotamobagu, sudah terjalin sejak lama.
Di mana setiap ada kegiatan seluruh umat beragama, selalu bersama-sama turut serta bekerja sama, tanpa melihat perbedaan.
Kata Nanu Persahabatan 2018, contoh kecil, dirasakannya waktu karantina Nanu dan Uyo 2018. Tak memilih perbedaan di dalam pertemanan.
"Kami semua berteman, walaupun dalam situasi persaingan. Namun paling penting menjalin persahabatan," ujar dara kelahiran Kotamobagu, 9 Mei 2001.
Tambah gadis cantik dari pasangan suami istri Riduan Sumer dan Umul A. Hoesain Suratinoyo mengatakan, Kotamobagu saat ini bisa dikatakan Kota penuh toleran.
Sikap saling menghargai dan mengormati menjadi dasar utama kehidupan orang Kotamobagu, menjalani seluruh aktivitas.(Tribun Manado/Vendi Lera)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/massita_20180715_164002.jpg)