Zulkifli Hasan Janji Carikan Tiga Bidadari Saat Bertemu Sam Aliano
Sam Aliano mengungkapkan di sela-sela pembicaraannya dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dirinya sempat ditanya
TRIBUNMANADO.CO.ID- Dalam pertemuan antara Sam Aliano dan Zulkifli Hasan di Gedung Nusantara 3 Komplek DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (13/7/2018), keduanya membahas sejumlah isu penting terkait perkembangan situasi politik di Indonesia saat ini.
Sam Aliano mengungkapkan di sela-sela pembicaraannya dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dirinya sempat ditanya tentang kehidupan pribadi.
"Saya sampai ditanya sudah punya istri belum? Tanya Bang Zul. Saya jawab belum.
Saya akan carikan 3 bidadari ya, kata Bang Zul." Demikian tutur Sam Aliano menirukan pembicaraannya dengan Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan yang diusung kader PAN untuk maju dalam Pilpres 2019 itu, lantas menyarankan agar Sam Aliano segera mencari calon istri dan menikahinya jika ingin menjadi presiden.
Terkait dengan saran tersebut, Sam Aliano sebelumnya sudah menggelar sayembara mencari ibu negara.
Bahkan, tidak tanggung-tanggung, Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) itu telah menyiapkan satu kilogram emas dan berlian sebagai mahar untuk ibu negaranya.
Ia juga berjanji akan menggelar resepsi yang tidak biasa bagi ibu negara terpilih yang akan mendampinginya sebagai kepala negara kelak.
Resepsi tersebut akan diselenggarakan di istana negara lengkap dengan kereta kencananya.
Sosok perempuan yang diidamkan oleh Sam Aliano yakni memiliki pola pikir cerdas, dewasa dan yang tak kalah penting adalah inner beauty.
Sosok tersebut menurutnya ada pada diri janda Ahok, Veronica Tan.
"Veronica Tan wanita keibuan dan cerdas. Kalau Nikita Mirzani jangan karena saya dengar ada suami. Selain itu, saya juga kurang tertarik sama artis," ujar Sam Aliano kepada Warta Kota melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (4/7/2018).
Pengacara yang juga merupakan adik Ahok, Fifi Letty Indra yang mendengar keinginan Sam Aliano langsung berkomentar.
Reaksinya, Fifi tertawa dan mengakui bahwa Sam Aliano merupakan sosok yang akhir-akhir ini menjadi orang terkenal.
Ia menilai bakal calon presiden 2019 itu tidak henti-hentinya mencari sensasi agar semakin terkenal.
"Hahahahaha siapa ya Engak pernah Dengar nama nya hahahaa cari sensasi Amat mau numpang terkenal ya hahahaa ? Dari Engak ada Yg kenal namanya soalnya hahahaha," kata Fifi melalui WhatsApp kepada Warta Kota, Kamis (5/7/2018).
Rupanya bagi Sam Aliano, tanggapan Fifi diartikan sebagai pertanda terbukanya kesempatan untuk meminang Veronica Tan.
"Tertawanya karena senang atau karena apa? Biasanya orang tertawa karena senang. Harus diperjelas lagi," tuturnya.
Ia yakin Fifi merasa bangga dan senang karena Sam Aliano memuji sosok janda Ahok, Veronica Tan.
"Itu sebenarnya bukan dari saya tapi wartawan yang tanya. Veronica itu sosok perempuan cerdas, dewasa dan keibuan. Mungkin Fifi senang saya memuji Veronica makanya dia tertawa," ucapnya.
Ia tak peduli bila kubu Ahok menentang keinginannya itu. Sebab menurutnya, antara Ahok dan Veronica Tan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.
"Setelah resmi bercerai dari Ahok, Veronica berhak menentukan pilihannya sendiri untuk mendapatkan pendamping hidup yang terbaik," ujar Sam Alianokepada Warta Kota, Kamis (5/7/2018).
Oleh sebab itu, dengan hormat dirinya meminta kubu Ahok tidak ikut campur apalagi menghalangi niat dan usahanya dalam merebut hati ibu tiga anak tersebut.
"Ahok dan Veronica sudah selesai. Jadi tolong jangan ganggu Veronica lagi," tutur Sam Aliano.
Kalau pun nanti ketiga buah hati Veronica dan Ahok awalnya tidak menyetujui hubungan mereka, Sam Aliano yakin cepat atau lambat mereka akan merestuinya.
Ia merasa anak-anak Veronica juga menginginkan agar ibunya bisa hidup bahagia setelah lepas dari cengkeraman Ahok.
"Semuanya tergantung Veronica. Anak-anaknya pasti akan ikut bahagia kalau Veronica bahagia," kata Sam Aliano.
Mengenai perbedaan agama, pengusaha yang menjuluki dirinya sebagai presiden umrah itu tidak mempermasalahkannya. Baginya, semua agama adalah sama dan setiap orang berhak memeluk agama yang diyakini. (M15)