Harga Telur di Pasar Tradisional Kepulauan Sitaro Masih Meroket
Harga telur ayam di pasar taradisional di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih dijual tinggi.
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Jhonly Kaletuang
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Harga telur ayam di pasar taradisional di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih dijual tinggi.
pantauan wartawan Tribunmanado.oc.id, di pasar Ulu Siau, harga telur ayam perbutir mencapai kisaran angka Rp 2.000 per butir. Jika turun Rp 1.800 per butirnya.
"Harga telur yang mahal ini sudah sejak bulan Mei," kata Yuliana, penjual di pasar Ulu Siau.
Lanjut dia, untuk normalnya harga telur ayam dijual kisaran angka Rp1.100 atau Rp1.000.
"Cukup lama, tiga bulan terakhir harga mencapai dua ribu," tambahnya.
Sementara itu, tidak hanya telur yang masih tinggi, namun harga sembako juga masih tinggi.
Bahkan kata dia harga sembako berupa berasa alami kenaikan hingga 10 persen dari harga normalnya.
Terpisah sejumlah pembeli sudah mulai membiasakan diri dengan harga telur yang naik.
"Karena sudah berapa bulan tetap harganya tinggi, jadi mau tidak mau harus membeli," katanya.
Sebagai pembeli pastinya tetap berharap agar ada penurunan pada harga.
"Jika harga turun pembeli juga sangat senang. Sehingga tidak banyak mengeluarkan biaya," harapnya.
Diketahui, kebutuhan seperti telur ayam yang beredar di pasar tradisional di Sitaro merupakan barang yang dari luar Siau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mencuci-telur-sampai-bersih-ternyata-berbahaya-loh_20180512_171047.jpg)