Bulan Depan Multifinance Kaji Kenaikan Bunga Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tak lama lagi akan berdampak pada kredit multifinance. Jika perbankan

Bulan Depan Multifinance Kaji Kenaikan Bunga Kredit
kontan
BCA Finance 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tak lama lagi akan berdampak pada kredit multifinance. Jika perbankan berancang-ancang menaikkan bunga kredit di semester II 2018, yakni Juli hingga Agustus, industri multifinance juga bersiap menaikan suku bunga pembiayaan kredit.

Salah satunya, BCA Finance akan menaikan suku bunga kredit kepada nasabah baru. Rencananya, perusahaan ini akan membahas kenaikan bunga bersama induk usaha Bank Central Asia (BCA) pekan depan.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim belum menjelaskan secara rinci, kapan pembiayaan pinjaman akan naik. "Kami akan menaikan dalam waktu dekat, mungkin saja bulan ini.

Tapi itu baru perkiraan saja, karena kami perlu bertemu dan berbicara dengan BCA," kata Roni, Kamis (12/7).
Kenaikan suku bunga itu hanya diterapkan kepada nasabah baru. Sedangkan para nasabah lama masih menggunakan suku bunga tetap atau fixed.

Walaupun, ada kenaikan suku bunga tersebut, BCA Finance optimistis bisa mencapai target pembiayaan sebesar Rp 32,5 triliun hingga akhir tahun nanti. "Kami masih yakin target pembiayaan bisa tercapai. Kami akan menaikan kredit untuk pembiayaan mobil baru dan bekas," jelas Roni.

Sepanjang semester I-2018, perusahaan ini sukses mencatatkan pembiayaan kredit Rp 17,5 triliun, naik 2% secara year on year (yoy). Artinya, dalam setengah tahun, BCA Finance merealisasikan 53% dari target tahunan.

BFI Finance Indonesia juga akan menaikkan suku bunga. Direktur TI dan Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan, saat ini BFI Finance masih mengamati kondisi pasar hingga satu bulan ke depan, lalu memutuskan apakah menaikkan suku bunga atau tidak.

"Saat ini kami belum menaikan dan masih memonitor dulu. Bila pinjaman perbank an naik, kami akan menyesuaikan, jika bank tidak naik kami juga tidak naik," kata Sudjono.

Meski ada peluang kenaikan bunga kredit, Sudjono berharap kenaikan tersebut jangan sampai mengorbankan target pertumbuhan pembiayaan. Karena laju pembiayaan saat ini pun sudah rendah yakni hanya satu digit.

Sepanjang Juni 2018, sumber pendanaan BFI Finance didominasi pinjaman bank 60% dan sisanya obligasi. Hingga akhir tahun ini, BFI Finance menargetkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 14,3 triliun, atau naik 20% ketimbang tahun lalu.

investor investasi ilustrasi
investor investasi ilustrasi (SHUTTERSTOCK)

Masih Membenahi Internal, ZBRA Belum Gaet Investor

Harapan PT Zebra Nusantara Tbk menggandeng investor strategis dalam pengembangan bisnis energi belum membuahkan hasil. Mereka beralasan, masih sibuk membenahi bisnis internal.

Padahal Zebra Nusantara ingin mengajak investor mengembangkan bisnis stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) ke luar Jawa Timur dan membeli peralatan baru. Selama ini mereka menjalankan bisnis energi melalui anak perusahaan PT Zebra Energi.

Sejauh ini, bisnis Zebra Energi masih berkutat di Jawa Timur, terutama Surabaya. Zebra Energi memasok gas untuk industri dan ritel. "Paling tidak sepertiga dari kuota gas kami ke industri dan sisanya konsumen yang ambil dari SPBG," terang Sudarno, Direktur Operasional Zebra Energi kepada KONTAN, Kamis (12/7).

Sepanjang semester I-2018, manajemen Zebra Energi mengklaim kinerjanya tumbuh 30%. Penyumbang pertumbuhan adalah segmen ritel. Namun, mereka tak menyebutkan secara mendetail nilai kinerja yang dimaksud.

Zebra Nusantara mengarungi bisnis sejak tahun 1987 silam. Semula, perusahaan berkode saham ZBRA di Bursa Efek Indonesia tersebut hanya menjalankan bisnis angkutan taksi dan jasa lain di Jawa Timur. Belakangan, Cebra menyatakan niat ingin lebih memperkuat bisnis sektor energi.

Sepanjang kuartal I-2018, Zebra Nusantara mencatatkan pendapatan usaha Rp 3,63 miliar atau tumbuh 4,31% year-on-year (yoy). Dari sisi bottom line, ZBRA masih mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 46,56 juta.
(Ferrika Sari/Ridwan Mulyana)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved