Camat Tomini Beber Manfaat Program Sejengkal Tanah
Camat Tomini Suprin Mohulangio, menuturkan pemanfaatan sejengkal tanah berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat.
Penulis: | Editor: Arthur_Rompis
TRIBUN MANADO.CO.ID,MOLIBAGU - Camat Tomini Suprin Mohulangio, menuturkan pemanfaatan sejengkal tanah berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat.
Hal tersebut disampaikan oleh orang nomor satu di Tomini saat ditemui di kawasan perkantoran Bupati di Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (10/7).
Kata Camat, pihaknya fokus terhadap beberapa jenis produksi pertanian termasuk jagung yang produksinya per-sekali panen sampai ratusan ton.
"Produksi kita setiap tiga bulannya sampai ratusan ton. Sampai saat ini sudah ratusan hektar yang menanam jagung. Baru-baru ini selesai lebaran kurang lebih 60 hektar lahan tidur kita tanami jagung," ujar Camat.
Satu hektar saja kata dia jika pupuknya bagus mampu menghasilkan panen 10 sampai 12 ton.
"Baru-baru ini satu warga di Desa Tolutu yang memanfaatkan lahan tidur seluas dua hektar mampu menghasilkan sampai 20 ton," ujarnya.
Kalau dilihat perkembangannya cukup signifikan, rata-rata warga tidak lagi pengangguran banyak yang sibuk menjadi petani jagung.
"Kalau kemarin banyak yang nongkrong di leput, sekarang tidak lagi mereka sudah punya kesibukan," ujarnya.
Camat membeberkan keuntungan tersendiri didapatkan oleh masyarakat saat para pemilik lahan kosong meminjamkan lahan tidur tanpa menuntut imbalan.
Dibalik itu rata-rata permintaan jagung paling banyak datang dari Provinsi Gorontalo melalui pihak ke tiga dari daerah pecahan Sulut.
"Harga disana masih tinggi ketimbang di Manado, satu kilo dengan kualitas terbaik dengan kadar air di bawah 0,5 persen dihargai sekitar Rp 4000 an," ujarnya.
Ato Manoppo, warga Desa Tolutu yang merupakan ketua Kelompok Lestari sudah merasakan manfaat sejengkal tanah ini merasakan manfaat hasil pertanian ini semenjak pertengahan tahun 2017.
"Program ini sudah dilaksankan sejak 2016, tapi nanti menghasilkan pada pertengahan tahun 2017. Saya saja bisa membeli mobil dan motor dengan hasil pertanian, padahal sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa berhasil seperti ini," ujarnya.
Kata dia, untuk berhasil tentu membutuhkan perjuangan dan tekad kuat, sebab sekali mulai hasilnya tidak langsung 'dipetik' hari itu juga semua membutuhkan waktu.
"Jangan ragu ini program bagus, kami saksi nyatannya, banyak yang sudah gabung," tandasnya. (Tribun Manado/Felix Tendeken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/panen-jagung_20180710_145601.jpg)