Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Senjata Kimia Hebohkan Inggris, 1 Perempuan Tewas, 2 Lainnya Kritis

Inggris terus dihebohkan dengan penggunaan senjata kimia di era Uni Soviet, Novichok.

Tayang:
Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Polisi memeriksa racun novichok di rumah Sergei Skripal 

 
TRIBUNMANADO.CO.ID, LONDON - Inggris terus dihebohkan dengan penggunaan senjata kimia di era Uni Soviet, Novichok. Seorang perempuan di Inggris meninggal dunia akibat terpapar racun saraf Novichok.

Insiden ini terjadi sekitar empat bulan setelah jenis bahan kimia yang sama digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia.

Diwartakan AFP, polisi Inggris kini meluncurkan investigasi pembunuhan terhadap Dwan Sturgess (44) yang tewas akibat terpapar novichok pada Sabtu (30/6/2018).

Sturgess dan kekasihnya, Charlie Rowley (45), tiba-tiba jatuh sakit dan kritis di rumah mereka di Amesbury, dekat kota Salisbury.

Kota Salisbury merupakan lokasi mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, terpapar Novichok pada Maret lalu. Keduanya kini sudah pulih kembali.

Sementara, Novichok adalah racun saraf kelas militer yang dikembangkan oleh Uni Soviet selama Perang Dingin.

Pasangan kekasih tersebut diyakini terpapar Novichok setelah menyentuh sebuah benda yang terkontaminasi racun tersebut. Kendati demikian polisi dan pejabat kesehatan menyatakan risiko terhadap publik telah diturunkan.

"Polisi dan petugas keamanan bekerja dengan segera untuk mengumpulkan fakta terkait insiden ini, yang sekarang diinvestigasi sebagai dugaan pembunuhan," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Kepala polisi anti-teror Neil Basu mengaku terkejut dengan kematian Sturgess.

"Kabar buruk ini memperkuat tekad kami untuk mengidentifikasi dan mengadili orang yang bertanggung jawab atas tindakan keterlaluan, sembrono, dan biadab ini," ucapnya.

Dia menambahkan, seorang korban lain masih berada dalam kondisi kritis.

Menurut dia, diperlukan sekitar 100 petugas polisi anti-terorisme untuk melakukan penyelidikan yang bisa memakan waktu berminggu-minggu atau bulanan.

Sejauh ini, tidak ada bukti pasangan itu mengunjungi salah satu area dalam kasus Skripal.

"Detektif akan mengumpulkan semua bukti yang ada sehingga kita dapat mengetahui bagaimana dua warga bisa terpapar dengan zat mematikan yang secara tragis membuat Dawn kehilangan nyawanya," kata Basu.

Sturgess tiba-tiba jatuh sakit pada Sabtu (30/6/2018) pagi dan dibawa ke rumah sakit. Sore harinya, Rowley juga jatuh sakit di rumah yang sama di Amesbury dan juga dirawat di rumah sakit.

 
Pada Rabu (4/7/2018), Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pertahanan pemerintah di Porton Down mengonfirmasi, mereka terpapar oleh Novichok.

"Para detektif bekerja cepat dan sesering mungkin untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi," demikian pernyataan dari kepolisian.

"Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan apakah racun saraf berasal dari kelompok yang sama yang menyerang Skripal," imbuhnya.

Skripal dan putrinya sudah keluar dari rumah sakit, tetapi penyelidikan atas serangan terhadap mereka tetap berlanjut. Sejauh ini, tidak ada penangkapan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Dua Warga Inggris Kritis karena Terpapar Racun Saraf Novichok

Kepolisian Inggris menyatakan, dua orang terpapar racun saraf Novichok di rumahnya, di desa Amesbury, dekat dengan lokasi mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya diracuni pada awal tahun ini.

"Malam ini, kami menerima hasil tes dari Porton Down (laboratorium) yang menunjukkan dua orang telah terpapar racun saraf Novichok," kata kepala badan penanggulangan terorisme Neil Basu.

Laboratorium pertahanan Porton Down mengonfirmasi penggunaan Novichok yang dibuat dulu oleh Uni Soviet, juga digunakan untuk meracuni Sergei dan Yulia Skripal.

Terkait kasus terbaru, Basu menyatakan dua orang yang terpapar racun adalah pasangan kekasih bernama Charlie Rowley dan Dawn Strugess.

Namun, belum ada bukti yang mengarahkan mereka telah menjadi target serangan racun saraf.

"Ini racun saraf yang sama. Apakah kita dapat mengetahuinya akan bergantung pada para ilmuwan untuk menentukan," ucapnya.

Basu mengatakan kepolisian kontra terorisme sekarang sedang memimpin penyelidikan, seperti yang mereka lakukan dalam kasus Skripal. Menurut dia, ada 100 detektif sedang mendalami kasus tersebut.

Rowley dan Strugess kondisinya kritis pada Sabtu lalu. Dua korban itu merupakan sepasang kekasih.

Strugess (44) pingsan terlebih dulu. Dengan segera, ambulans mendatangi sebuah rumah di Amesbury, dekat kota Salisbury.

Baca juga: Mengenal Novichok, Racun Saraf Terhebat yang Dibuat Rusia

Beberapa jam kemudian, layanan ambulans dipanggil kembali ke alamat yang sama karena Rowley jatuh sakit.

"Pada tahap ini tidak ada orang lain lagi yang menunjukkan gejala yang sama," kata Basu.

Basu menyatakan, tidak ada bukti bahwa keduanya mengunjungi lokasi peracunan Sergei dan Yulia Skripal yang telah dibersihkan. *

 

 Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: Terpapar Racun Saraf Novichok, Perempuan di Inggris Meninggal

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved