Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pendaftaran Caleg Masih Sepi, Ini Pendapat Dua Pengamat Politik di Sulut

secara internal anggota parpol cenderung melihat arah masing-masing elit parpol yang masing-masing juga memiliki persaingan

Penulis: Indry Panigoro | Editor: David_Kusuma
Pendaftaran Caleg Masih Sepi, Ini Pendapat Dua Pengamat Politik di Sulut - goinpeace-tumbel_20180709_211458.jpg
Istimewa
Goinpeace Tumbel
Pendaftaran Caleg Masih Sepi, Ini Pendapat Dua Pengamat Politik di Sulut - jericho-pombengi_20180709_211542.jpg
istimewa
Jericho Pombengi

 TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Dr Goinpeace Tumbel berpendapat sepinya pendaftaran calon legislatif (caleg) karena dipengaruhi oleh dua hal.

Aspek internal dan eksternal parpol mempengaruhi sepinya pendaftaran saat ini. Hal itu karena secara internal anggota parpol cenderung melihat arah masing-masing elit parpol yang masing-masing juga memiliki persaingan.

Apalagi kalau dilihat saat ini, masih banyak di antara mereka yang melihat terkait dengan level atau tingkatannya, siapa saja yang berkompetisi pada level DPRD kabupaten kota, Provinsi dan pusat.

Baca: Ini Komentar Ketua DPC Hanura Minsel Billy Regar Terkait Pilcaleg 2019

Sedangkan dari aspek eksternal parpol lanjut Tumbel, kurang optimal untuk memberi peluang dan kesempatan bagi kalangan di luar anggota kader partai membuat kader yang mendaftar terlihat kurang.

"Hal Ini pun akhirnya membuat para kader lain cenderung kurang berminat masuk untuk mendaftar. Kalaupun ada, mereka adalah para mantan anggota kader parpol lain yang kemudian berpindah partai. Tapi yang new comer relatif kurang," ujar Dosen Universitas Negeri Manado (Unima).

Sementara Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut lainnya, Jericho Pombengi menilai kurangnya sosialisasi dan adanya trauma dengan mahar politik turut mengambil bagian dalam fenomena ini.

Kata dia, Parpol harus lebih transparan lagi dalam rekrutmen politik, dan usahakan untuk mempertimbangkan kualitas caleg tersebut.

“Karena ada kalanya caleg yang punya integritas dan kapabilitas yang mumpuni akan tetapi tidak punya finansial yang oke, hal inilah akhirnya membuat caleg tersebut tertinggal dengan caleg yang mapan dari sisi material keuangan," ujar Pombengi.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat trauma untuk mendaftarkan diri menjadi caleg, karena persoalan-persoalan yang melilit demokrasi di Indonesia," tutup Dosen di Fakultas Fisip Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulut itu. (Indri Panigoro)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved