Longsor dan Banjir Hantam Jepang: 48 Orang Tewas

Hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di Jepang memakan korban jiwa hingga 48 orang.

Longsor dan Banjir Hantam Jepang: 48 Orang Tewas
kompas.com
Petugas penyelamat bekerja untuk membersihkan puing di rel kereta kota Karatsu, Prefektur Saga, yang anjlok akibat tanah longsor Sabtu (7/7/2018). 

Hujan lebat di Jepang membuat tiga orang tewas yang hanyut akibat meningkatnya debit air sungai.

Diwartakan AFP, Jumat (6/7/2018), hujan lebat juga mendorong pihak berwenang memerintahkan evakuasi terhadap 210.000 orang. Sementara, salah satu korban tewas ditemukan di sungai yang terletak di Gifu, Jepang tengah.

Seorang pria berusia 59 tahun juga tewas di sungai, di Hiroshima barat. Baca juga: Gurita Peramal Hasil Jepang di Piala Dunia Berakhir Jadi Makanan Korban tewas ketiga merupakan perempuan usia 52 tahun di wilayah Kyoto yang hilang sejak Kamis (5/7/2018) malam.

Polisi menemukan dia di aliran sungai, di Osaka. Pada hari sebelumnya, seorang pekerja konstruksi tewas karena hanyut oleh air banjir di wilayah Hyogo. Beberapa orang dilaporkan hilang, tanah longsor dan banjir bandang juga diterjadi di sebagian daerah. Sebanyak 230 orang di prefektur Kochi barat tidak dapat dievakuasi karena jalan-jalan terhalang tanah longsor.

Pihak berwenang mengumumkan perintah evakuasi baru pada Jumat (6/7/2018). Total sebanyak 210.853 orang, sebagian besar di Jepang barat, harus segera meninggalkan rumah mereka. Badan Meteorologi Jepang menaikkan status peringatan menjadi luar biasa atau tingkat tertinggi di Fukuoka selatan, Prefektur Saga dan Nagasaki.

Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai respons atas hujan yang diperkirakan akan menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade. "Fukuoka, Saga dan Nagasaki sedang menghadapi hujan deras yang tidak pernah mereka alami," kata pejabat dinas Yasushi Kajiwara. 

"Ini merupakan keadaan tidak biasa dengan bahaya yang akan segera terjadi," imbuhnya. Yanase di desa Umaji, perfektur Kochi, mendapat guyuran curah hujan 1.190 milimeter dalam 72 jam.

Skala itu dua kali lipat dari jumlah total yang biasanya jatuh pada Juli. Hujan tersebut menghentikan sementara layanan kereta peluru di Jepang barat hingga Jumat (6/7/2018).

20 Orang Tewas dalam Hujan Lebat dan Tanah Longsor

Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dalam hujan lebat dan tanah longsor yang menerpa kawasan barat Jepang. Newsweek dan AFP memberitakan Sabtu (7/7/2018), dilaporkan juga 50 orang hilang, sementara 1,9 juta orang diperintahkan untuk evakuasi.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved