Bom Meledak saat Makan Siang

Presiden Joko Widodo telah mendapatkan informasi terkait ledakan yang terjadi di Kecamatan Bangil

Bom Meledak saat Makan Siang
YOUTUBE
Suara Ledakan di Desa Pogar Diduga Bom 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOGOR - Presiden Joko Widodo telah mendapatkan informasi terkait ledakan yang terjadi di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

"Sudah (terkait ledakan bom),"kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (5/7).

Namun, Pratikno tidak mengungkapkan instruksi Presiden terhadap aparat keamanan dalam menyikapi ledakan bom tersebut. Menurutnya, Presiden mempercayakan sepenuhnya hal itu kepada kepolisian, terlebih saat ini sudah memiliki Undang-undang Terorisme.

"Polri sudah tahu lah apa yang harus dilakukan, apalagi sekarang sudah ada UU Terorisme tho," ujar Pratikno.
Sedang Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyebut bom yang meledak sebanyak empat buah. Bom pertama meledak di rumah kontrakan Abdullah, sekira pukul 11.30. Selanjutnya, kembali meledak di rumah Aabdullah, sedang ketiga dan keempat meledak di jalan desa.

"Bom meledak yang pertama, diduga kuat tidak disengaja alias meledak tidak pada waktunya. Bom pertama ini jenisnya bom rakitan yang digunakan untuk bom lempar. Materialnya sama, yakni paku dan gotri, atau peluru yang biasanya digunakan untuk senapan angin. Ukurunnya kecil menyerupai bom ikan atau bondet tapi bukan bondet," kata Kapolda dalam jumpa pers di Pasuruan, Kamis malam.

Dalam pemeriksaan awal, kata Kapolda, sebelum ledakan Abdullah, DR (istrinya), dan UMR (anak) sedang bersiap makan siang. Namun, bom lempar siap ledak itu tiba-tiba jatuh.

"Kesimpulan itu muncul setelah melihat luka yang dialami korban. Abdullah dan istrinya tidak terluka. Yang terluka hanya anaknya, UMR. Lukanya sangat parah. Yang bersangkutan saat ini sudah dirawat di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur," tambah Kapolda saat konferensi pers.

Ia menduga, bom lempar ini sebenarnya akan digunakan di tempat lain. Namun, akhirnya meledak tanpa disengaja. "Ini akan kami kembangkan. Kami tidak bisa memastikan, tapi kami menduga sebenarnya bom itu tidak seharusnya meledak disini tapi di tempat lain, " terangnya

Bom kedua, kata Kapolda, meledak di dalam rumah juga. Bom kedua meledak saat warga setempat mulai berkerumun di dalam rumah Abdullah setelah ledakan pertama.

Abdullah empat memperingatkan warga untuk keluar dari rumahnya, tapi tidak dihiraukan dan akhirnya bom lempar kedua dipakai.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved