Tubuh Nining Dipenuhi Pasir Saat Ditemukan: 17 Bulan Terseret Ombak Hilang Tapi Masih Hidup

Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Aulia Solihanto terkaget-kaget saat mendengar kabar bahwa Nining Sunarsih (52) telah ditemukan.

Tubuh Nining Dipenuhi Pasir Saat Ditemukan: 17 Bulan Terseret Ombak Hilang Tapi Masih Hidup
Humas Basarnas
Sejumlah petugas Basarnas mengarungi Sungai Serayu, Banjarnegara, Minggu (11/3/2018) untuk melakukan pencarian korban hanyut. 

Sementara itu, ibu Nining, Tating menjelaskan bahwa putrinya ditemukan dalam kondisi basah dan penuh pasir. "Semalam dia pulang diantar Jejen, adik suami saya atau pamannya yang sudah tiga hari berturut-turut memimpikan Nining minta dijemput di Palabuhanratu," kata Tating.

"Kondisi pakaian, celana dan sendalnya basah penuh pasir. Dia ditemukan di pesisir pantai tempat dia dulu dikabarkan hilang," tambahnya.

Nining langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut tim medis, Nining dalam kondisi baik. Keluarga pun menyebut bahwa korban sudah mau makan bubur.

"Sudah mau makan dan minum, infus masih dipasang dokter, tapi masih belum bicara atau cerita," kata Tating.
Sudah Bisa Ngobrol

Nining Sunarsih (53) yang ditemukan setelah 1,5 dikabarkan hanyut di Pelabuhan Ratu Sukabumi sudah bisa diajak komunikasi namun hanya dengan bahasa isyarat.

"Untuk saat ini komunikasi dengan pasien, tidak langsung secara verbal pasiennya, hanya mengangguk saja," ujar Kepala Tim Keluhan dan Penanganan Keluhan dan Informasi RS Syamsudin, Wahyu Handriana.

Wahyu menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya, Nining mengalami low intake atau tak mau makan sehingga tubuhnya menjadi emas.

Tidak hanya itu, Nining juga mengalami hipertensi. "Pasien ini menderita low intake namanya, kekurangan makan terus disertai darahnya agak naik, hipertensi, tensinya agak naik sedikit," kata Wahyu.

Namun, Nining saat ini kata dia, bisa minum dan makan walau pun makanan yang dia makan sangat sedikit. Oleh karena itu, kata Wahyu, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut terkait hal tersebut di ruang penyakit dalam.

"Kenapa enggak mau makan, lebih diteliti lagi oleh dokter yang merawatnya, minum mau, sedikit-sedikit makan tadi saya lihat, mau, tapi memang sedikit sekali, nanti mungkin akan dinilai oleh dokter-dokter yang akan merawatnya. Pasiennya akan dirawat di ruangan penyakit dalam untuk diperiksa lebih lanjut," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved