Wartawan Dilempar Batu Saat Liput Penghitungan SuaraPilkada Wali Kota Makassar  

Komisaris Besar Irwan Anwar mengakui bahwa situasi menghangat saat perhitungan

Wartawan Dilempar Batu Saat Liput Penghitungan SuaraPilkada Wali Kota Makassar   
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Telah terjadi insiden pelemparan batu terhadap seorang wartawan, usai penghitungan suara hasil Pikada Wali Kota Makassar, Minggu (1/7/2018) malam di Kecamatan Mariso.

Namun Kepolisian Makassar membantah informasi terjadi bentrokan fisik antara kelompok pendukung calon tunggal pemilihan wali kota Makassar dengan kelompok pendukung kotak kosong.

Seperti dilansir BBC, Kapoltabes Makassar, Komisaris Besar Irwan Anwar mengakui bahwa situasi menghangat saat perhitungan..

"Menghangat tetapi kita sudah mengeliminasi, misalnya silakan masing-masing simpatisan mengawasi jalannya proses penghitungan karena masing-masing kan mengklaim penghitungan yang dilaksanakan mereka sendiri sama-sama merasa menang," jelasnya.

Seperti diketahui, versi hasil penghitungan cepat menyebutkan kotak kosong unggul atas Munafri-Rachmatika, namun mereka tidak menerima hasil itu.

Dari hasil hitung cepat 27 Juli 2018, pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi, menurut beberapa lembaga survei, meraih sekitar 46% suara, sementara kotak kosong didukung 53% suara,

Namun hal itu dibantah oleh Munafri-Rachmatika atau yang kerap disapa Appi-Cicu, yang didukung oleh 10 partai: Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PAN, PPP, PDI-P, Partai Hanura, PBB, Partai Gerindra dan PKPI.

"Kami berharap hari ini atau paling lambat besok, proses penghitungan selesai sehingga kita dan masyarakat secepatnya mendapat hasil penghitungan real count, yang dilakukan KPU Makassar," tutur Komisaris Besar Irwan Anwar.

Jika kotak kosong ternyata sebagai pemenangnya, maka pilkada ulang akan digelar. (*)

Tags
Makassar
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved