Ketentuan Uang Muka Kredit Properti Dilonggarkan

Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan aturan relaksasi loan to value (LTV) kredit properti, Jumat (29/6). Pelonggaran ini bisa

Ketentuan Uang Muka Kredit Properti Dilonggarkan
tribunnews
Mata uang rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan aturan relaksasi loan to value (LTV) kredit properti, Jumat (29/6). Pelonggaran ini bisa menjadi pelumas kredit pemilikan rumah (KPR)

Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan, relaksasi LTV ini akan mulai berlaku 1 Agustus 2018. "Relaksasi LTV ini tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen," kata Perry.

Ada tiga poin relaksasi LTV kredit properti ini. Pertama, pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio financing to value (FTV) untuk pembiayaan properti, dengan membebaskan rasio LTV semua tipe rumah pertama. Sedangkan untuk rumah kedua dan seterusnya akan berlaku rasio LTV 80%-90%. Ketentuan ini terkecuali untuk tipe rumah di bawah 21 m².

Kedua, pelonggaran jumlah fasilitas kredit melalui mekanisme inden. Jadi, jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden diperlonggar menjadi maksimal lima fasilitas kredit tanpa melihat urutan.

Ketiga, penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit atau pembiayaan properti inden, maksimum kumulatif sebesar 30% dari plafon kredit setelah akad kredit.

Begitu akad kredit ditandatangani maka kredit akan dicairkan maksimal 30%. Tahapan selanjutnya adalah ketika rumah dalam tahap pembangunan fondasi maksimum kredit yang dikucurkan 50% dari plafon kredit.

Lalu, kredit mencapai 90% dari plafon kredit ketika tutup atap rumah selesai. Sedangkan maksimum pencairan kumulatif 100% dari plafon kredit akan dilakukan setelah penandatanganan berita serah terima dengan akta jual beli (AJB).

Menurut Perry, relaksasi ini diharapkan bisa mendukung kinerja sektor properti dengan meningkatkan pemenuhan kebutuhan rumah pertama melalui KPR. "Serta mempermudah investor berinvestasi di properti," kata Perry.

Felicia Mathelda Simon, EVP Consumer Credit Business Division Bank Central Asia (BCA) mengatakan, BCA akan menyesuaikan kebijakan internal dan melakukan sosialisasi ke seluruh cabang. Pasalnya, mereka perlu melakukan revisi atau adendum terhadap perjanjian kerjasama yang ada saat ini.

Lani Darmawan Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga menyebut, relaksasi ini akan tergantung dari beberapa hal seperti risk appetite. Itu artinya tidak serta merta LTV akan diterapkan untuk semua nasabah. "Tergantung dari faktor risiko individu dari nasabah," kata Lani.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved