Seperti Inilah Rumah Adat Bolmong yang Sudah Ditinggali Empat Generasi
Rumah adat Bolaang Mongondow, masih menjadi daya tarik tersendiri, bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Rumah adat Bolaang Mongondow, masih menjadi daya tarik tersendiri, bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Unik dan bernilai sejarah menjadi alasan wisatawan datang berkunjung ke rumah adat milik Suhartien Tegela, di Desa Kopandakan Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sulawesi Utara.
Menurut Suhartien Tegela, rumah adat ini, merupakan warisan turun-temurun dari keluarga. Bentuk dan modelnya tidak ada yang berubah sejak dibangun pada 1940 hingga sekarang.
Rumah adat berbahan kayu ini masih berdiri kokoh dan indah dipandang, sehingga dijadikan warga sebagai tempat syuting video lagu daerah dan swafoto.
Cerita Suhartien, rumah adat ini peninggalan dari kakek Imat Lobud kemudian R Doidi. Bangunan rumah dengan gaya khas panggung itu mengunakan kualitas kayu bagus.
Proses pengambilan kayu terbilang unik, karena zaman dulu nenek moyang menebang kayu melihat bulan di langit.
Penggergajian masih mengunakan gergaji manual. Kayu yang ditebang harus dikeringkan satu tahun, untuk mendapatkan kualitas kayu hingga tidak rapuh dan dimakan rayap. Kemudian bisa digunakan membangun rumah.
Keunikan juga terlihat dari kontruksi rumah tidak menggunakan paku tapi hanya menggunakan kayu yang diruncingkan.
"Kayu ini sejenis kayu besi, sehingga tidak dimakan rayap, walaupun sudah turunan ke empat," ujar Suhartien.
Ia menambahkan, meski beberapa kali dicat namun kayunya tak berubah. Rumah ini saksi sejarah zaman Permesta. Sempat dilepas dindingnya agar tidak dibakar. Rumah panggung yang tersisa di Kopandakan Satu Kecamatan Kotamobagu Selatan tingga 4 buah rumah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamonagu Agung Adati mengatakan, harus dijaga dan dilestarikan budaya, terutama peninggalan sejarah seperti rumah adat.
Pemerintah, masyarakat dan akademisi harus bersinergi menjaga kelestariannya. Sebab, ini merupakan aset dan kebanggaan masyarakat daerah, sehingga menjadi perhatian orang luar.
"Aset ini (rumah adat) harus dijaga, ditata dan dikelola dengan baik, maka pada akhirnya bisa mengundang wisatawan untuk datang berkunjung. Baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara," ujar Agung Adati. (Ven).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rumah-adat-bolmong-di-desa-kopandakan_20160821_094035.jpg)