Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bermain Dengan Kucing, Balita ini Tewas, Ternyata Orang Tua Lalai

Salah satu anggota keluarga mulai curiga saat mendengar suara seperti benda terjebur dan langsung melihatnya.

Editor:
Kolase TribunStyle
Balita Asal Malang Ini Tewas Tercebur Sumur Saat Mengejar Kucing! 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang balita bernama M Bagus TS (4) tercebur ke sumur saat dirinya mengejar kucing.

Insiden akibat lengahnya pengawasan orangtua ini terjadi di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Bagus yang merupakan warga Desa Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada hari Jumat (16/2/2018) sore.

Baca: Dikira Hamil Kembar, Ternyata Hal Mengerikan Berkembang di Ovarium Wanita ini

Dia menjelaskan bahwa pagi harinya ibu korban berkunjung ke rumah saudaranya di Desa Pajaran.

Saat itu, saudaranya henda menggelar acara hajatan.

Tribunstyle melansir dari Surya, "Siang hari, korban bersama ibunya bermain sambil tiduran di ruang tamu rumah saudaranya tersebut," kata Farid Fathoni.

Lalu, datanglah seekor kucing di ruang tamu.

Kucing itu ternyata menyita perhatian korban.

Bagus pun akhirnya mengejar kucing tadi.

Melihat hal tersebut, sang ibu merasa tenang-tenang saja.

Pasalnya, kucing itu tidak lari begitu jauh.

Namun, si kucing lari ke atas sumur yang tidak terpakai dan tertutup kayu.

Korban berusaha membuka tutup sumur dan menangkap kucing tersebut.

Sayangnya, korban terpeleset dan tubuhnya jatuh ke dalam sumur yang cukup dalam.

Salah satu anggota keluarga mulai curiga saat mendengar suara seperti benda terjebur dan langsung melihatnya.

Tak disangka-sangka, ternyata Bagus tercebur ke dalam sumur tersebut.

Suara ribut tersebut langsung mencuri perhatian sang ibu yang saat itu memang sedang mencari anaknya.

Warga desa yang mengetahui hal tersebut berupaya memberikan pertolongan.

"Namun karena sumur cukup dalam sehingga warga kesulitan menolong korban. Dan mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Poncokusumo," ucap Farid Fathoni.

Jajaran Polsek Poncokusumo langsung datang ke lokasi bersama petugas Satagana PMI Kabupaten Malang.

Korban baru bisa dikeluarkan dari dalam sumur dua jam kemudian.

Sayangnya, saat diangkat, kondisi korban sudah meninggal dunia.

Jenazah langsung dibawa pulang ke rumahnya di Desa Ronggo untuk dimakamkan.

Sebelumnya, polisi sempat melakukan pemeriksaan apakah ada tanda penganiayaan di tubuh korban dan hasilnya negatif.

Keluarga juga menolak untuk melakukan otopsi pada tubuh korban dengan membuat surat pernyataan.

"Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah," tutur Farid Fathoni.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi orangtua untuk tidak lengah saat mengawasi buah hatinya.

(TribunStyle.com/ Irsan Yamananda)

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved