Prediksi Rupiah: Menuju Terendah
Rupiah kembali ambruk. Kemarin, valuasi rupiah di pasar spot melemah 1,52% ke level Rp 14.394 per dollar Amerika Serikat
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rupiah kembali ambruk. Kemarin, valuasi rupiah di pasar spot melemah 1,52% ke level Rp 14.394 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini menjadi posisi terendah rupiah sejak Oktober 2015 lalu.
Serupa dengan pasar spot, pergerakan rupiah di di kurs tengah Bank Indonesia (BI) pun terkoreksi 0,76% menjadi Rp 14.271 per dollar AS. Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, tekanan utama mata uang Garuda masih berasal dari sentimen eksternal.
Mulai dari rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang lebih agresif serta kebijakan moneter China yang membuat yuan melemah.
"Itu mempengaruhi mata uang emerging market termasuk rupiah yang akhirnya melemah cukup dalam selain India, Korea dan Taiwan," kata dia, Kamis (28/6).
Hal tersebut membuatnya yakin bahwa BI akan mengerek suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.
Selain itu, analis Valbury Asia Futures Lukman Leong bilang, meski BI mengerek suku bunga acuan, hal tersebut tidak akan membantu penguatan rupiah.
"Aksi BI menaikan suku bunga agak telat untuk membantu rupiah," jelasnya. Hal tersebut juga membuat Lukman memprediksi, hari ini rupiah masih melemah ke level Rp 14.425-Rp 14.490 per dollar AS.
Sedangkan David melihat, rupiah menunggu kelanjutan dari katalis eksternal. "Tergantung kondisi ekstenal dan perkembangan yuan," pungkas David. Ia pun memproyeksikan, rupiah bergerak dalam kisaran Rp 14.150-Rp 14.400 per dollar AS. (Danielisa Putriadita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20180116_232758.jpg)