Bolsel - Usai Panen Raya Harga Kakao Terperosok

Harga biji Kakao di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali terperosok diakhir masa panen raya

Bolsel - Usai Panen Raya Harga Kakao Terperosok
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Hasan warga Sondana menunjukan biji Kakao hasil panen 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Harga biji kakao di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali terperosok diakhir masa panen raya, seperti yang dituturkan oleh beberapa petani di Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (28/6/2018).

"Saat awal panen raya pada awal bulan Juni harganya masih Rp 33 ribu, tapi saat ini tinggal Rp 26 ribu per kilonnya," ujar Nurna, petani cokelat.

Kata dia, panen raya dilakukan setiap enam bulan sekali atau satu tahun dua kali, dimana kebunnya mampu menghasilkan 100 kilo gram cokelat kering.

"Alasan utama turunnya harga mulai memasuki panen antara," ujarnya.

Senada diucapkan oleh Jumiati Gobel, petani kakao yang mengantungkan hidup pada tanaman ini, menukiknya harga biji cokelat disebabkan hal yang serupa.

"Memang kalau panen antara, atau menghabiskan sisa dari panen raya harga nya akan turun," ujarnya.

Jumiati sendiri mengaku meski harganya di bawah tidak lantas merugikan pemilik, karena proses panen sampai pada penjualan tidak rumit seperti tanaman lainnya.

"Kebun saya bisa menghasilkan 350 kilo per sekali panen," ujarnya.

Turunnya harga dikarenakan pemesan biji kering Kakao mulai berkurang, sebab proses jual beli dengan jumlah besar ke luar daerah akan terhenti sementara waktu.

"Kalau kami hanya mengikuti peluang pasar dan peminat pasar. Biasannya harga kembali normal saat panen raya," ujar Andhika, pembeli biji Kakao

Penulis:
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved