Pilot Ahmad Kamil Ditembaki: 1 Pleton Polda Papua Buru Pelaku
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga ada kepentingan politik ketika Pesawat Trigana Air jenis Twin Otter yang mengangkut logistik
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga ada kepentingan politik ketika Pesawat Trigana Air jenis Twin Otter yang mengangkut logistik Pemilu dan personil pengamanan ditembaki oleh kelompok bersenjata di Papua. Tito mengatakan, ketika dirinya menjadi Kapolda Papua, hal yang sama pernah dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut. Mereka melakukan aksi tersebut guna mendukung salah satu pasangan calon.
"Kelompok ini bisa juga menjadi kepentingan salah satu calon. Mereka diminta untuk melakukan intimidasi dan mengacaukan pilkada," duga Kapolridi Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/6).
Kelompok di Kabupaten Nduga itu, bukanlah kelompok bersenjata baru. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran dan akan memeriksa siapa dibalik aksi tersebut. "Saat ini masih dilakukan pengejaran. Ketika sudah ditangkap, kami akan cari siapa yang menyuruh mereka," tegasnya.
Tito sebelumnya membenarkan adanya penembakan dari kelompok bersenjata terhadap rombongan pasukan Brimob di Kenyem, Nduga, Papua pada Senin (25/6/) pagi. Rombongan yang menyewa pesawat Trigana Air tiba di Bandara Kenyem pada 09.10WIT untuk melakukan penjagaan Pilkada Serentak di daerah tersebut.
Ketika pesawat melakukan taksi (pesawat diparkir), kelompok bersenjata di kabupaten tersebut menmbaki pesawat dari arah kiri. "Pilot ditembaki saat (pesawat) taksi. Begitu dia sudah mendarat dan akan memutar. 15 anggota Brimob langsung turun dan melakukan pengejaran," urainya di Mabes Polri, Jakarta.
Tito melanjutkan, sudah berkomunikasi dengan Polda setempat untuk membantu proses pengamanan. Apabila, masih dibutuhkan, Mabes Polri akan mengirim terus jumlah pasukan. "Kalau masih begini terus, ya kita akan tambah lagi. Kita tidak akan takut melawan kelompok ini. Pilot ditembaki saat taksi. Begitu dia sudah mendarat dan akan memutar. 15 anggota Brimob langsung turun dan melakukan pengejaran," urainya di Mabes Polri, Jakarta.
Atas peristiwa itu, pilot Ahmad Kamil (27) kini tengah menjalani perawatan medis di Klinik Kenyam karena mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri akibat terkena serpihan peluru. Kamal melanjutkan bahwa saat ini aparat gabungan TNI dan Polri tengah melakukan penyisiran guna menangkap para pelaku. "Upaya penangkapan terhadap para pelaku masih kita lakukan. Untuk kondisi di sana, sampai sejauh ini masih kondusif," katanya seperti dilansir kompas.com.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kelompok KKB juga melakukan penembakan terhadap pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU rute Timika-Kenyam di lokasi yang sama pada tanggal 22 Juni 2018. Atas peristiwa itu, Co-Pilot Irena Nur Fadila juga menjadi korban akibat terkena serpihan peluru pada pergelangan kaki.
Ditengarai, pelaku juga menembak warga sipil usai melakukan penembakan terhadap Pesawat Trigana Air yang membawa logistik pilkada dan pasukan Brimob. "Informasi yang saya dapat, kelompok ini juga menembaki warga sipil. Tiga orang jadi korban. Tapi, kami belum mendapatkan informasi detailnya. Kami akan cari siapa yang menyuruh mereka," Kapolri menegaskan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes. Pol. Ahmad Mustofa Kamal memastikan, pihaknya masih mengejar pelaku penembakan terhadap pesawat Trigana jenis Twin Otter yang mengangkut logistik pemilu di Bandara Kenyam Kabupaten Nduga, Papua. Kamal mengatakan bahwa Polda Papua mengerahkan satu satuan setingkat peleton untuk memburu para penembak yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). "1 SST (Satuan Setingkat Peleton)," kata Kamal ketika dihubungi.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis memaparkan hasil operasi ketupat 2018 di Ibu Kota. Tindak kejahatan jauh menurun jika dibandingkan operasi saat jelang hingga akhir bulan puasa tahun lalu. Idham mengatakan, operasi ketupat 2018 di wilayah hukum Polda Metro Jaya berjalan lancar.
Menurutnya, tidak ada kejadian menonjol atau peristiwa tindak kejahatan luar biasa selama berjalannya operasi. "Kejadian-kejadian menonjol nihil dan apabila dibandingkan tahun lalu kita kurang lebih 30 persen turun angka kriminalitas. Kecelakaan juga menurun," ujar Idham di Polda Metro Jaya. (tribun network/rio/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kapolri-jenderal-tito-karnavian_20180511_124835.jpg)