2 Pasang Calon Suami dan Istri dari Mitra Bakal Nikah di Hadapan Jokowi dan Tjahjo

Total ada 28 pasangan suami dan istri yang masuk dalam daftar nikah massal oleh pemkab Mitra.

2 Pasang Calon Suami dan Istri dari Mitra Bakal Nikah di Hadapan Jokowi dan Tjahjo
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Sekda Mitra Robby Ngongoloy dan Kadis Dukcapil David Lalandos berpose dengan perwakilan suami dan istri dalam nikah massal, sambil tunjukan akta nikah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Desa Kuyanga Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, menjadi desa yang terbanyak mengirimkan pasangan suami dan istri dalam perkawinan massal yang digelar pemerintah Kabupaten Mitra.

Gelaran terakhir yakni di lahan kosong Desa Bukut Utara Kecamatan Belang, Senin (25/06/2018).

"Dari daftar yang kami rangkum, Desa Kuyanga ada delapan pasang dan empat pasang dari Desa Buku Utara. Bersama pasangan suami dan istri lainnya sudah sah menjadi suami dan istri," kata David Lalandos, kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mitra.

Total ada 28 pasangan suami dan istri yang masuk dalam daftar nikah massal oleh pemkab Mitra.

Namun baru 24 pasang yang mengikuti nikah massal hari ini.

Dua pasangan sudah melangsungkan perkawinan sehari sebelumnya.

"Dua pasangan lagi akan mengikuti kawin massal pada tanggal 3 Juni 2018 bertepatan dengan hari keluarga Nasional (Harganas) di Kota Manado, bersama pasangan suami istri dari kota/kabupaten se-Sulut yang akan menjadi saksi Presiden RI Joko Widodo dan Mendagri Tjahjo Kumolo," urainya.

Adapun tujuan Pemkab Mitra melalui Dukcapil lakukan nikah massal, untuk permudah masyarakat yang belum kawin tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

"Ini juga untuk mengurangi yang namanya kumpul kebo di tengah masyarakat Mitra," tandasnya.

Robby Ngongoloy, Sekretaris Daerah (sekda) Mitra menambahkan, ada pemahaman perkawinan itu gampang tapi ada makna yang sensitif dan mendasar yakni pencatatan sah tidaknya satu perkawinan oleh pemerintah.

"Ini tidak main-main, jangan baru satu tahun nikah sudah berpisah. Kedepan saya akan catat kalau berpisah akan kena sanksi," tegas Robby.

Program Pemkab Mitra banyak makna dan hasil untuk kepedulian masyarakat lewat nikah massal.

Masyarakat yang sudah hidup bersama-sama namun statusnya belum jelas, akan dinikahkan.

"Sah sebagai suami istri agar menjadi teladan di manapun pergi dari berada, jangan baru sepekan menikah‎," tandasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved