Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Momen Terakhir Kehidupan YouTuber Sebelum Ditembak Mati Pacarnya saat Gagal Prank 

Saat-saat terakhir dari kehidupan YouTuber sebelum dia ditembak mati oleh pacarnya dalam prank yang salah telah terungkap.

Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat-saat terakhir dari kehidupan YouTuber sebelum dia ditembak mati oleh pacarnya dalam prank yang salah telah terungkap.

Pedro Ruiz (22), berada di taman di Minnesota bersama Monaliza Perez (20) yang saat itu sedang hamil, ketika pasangan ini memutuskan untuk merekam aksi 'gila' untuk saluran YouTube mereka.

Rekaman yang baru dirilis menunjukkan pria 22 tahun itu mendesak pacarnya untuk menembaknya sehingga dia bisa melihat apakah peluru kaliber 50 bisa menembus sebuah buku.

Dia memberi tahu para pengikut YouTube bahwa dia menyebut dirinya 'The Crazy Pedro'.

"Orang yang paling dapat dipercaya yang saya percayai di dunia ini adalah pacar saya, Monalisa. Jadi jika saya mati, saya siap untuk pergi ke surga sekarang," kata dia menambahkan.

Sayangnya, aksi itu menjadi sangat keliru dan peluru menembus buku itu, membunuh Ruiz.

Dalam transkrip dari video Juni 2017, Perez memberi tahu pacarnya bahwa dia tidak bisa melakukannya.

Pacarnya ini takut memegang senjata Desert Eagle, satu di antara pistol paling kuat di dunia.

"Selama kamu menembak buku itu, kamu akan baik-baik saja. Ayolah," kata Ruiz saat dia memegang ensiklopedia hardcover di dadanya.

Sang kekasih sempat mengatakan bahwa jika dia membunuh Ruiz, apa yang akan terjadi dengan hidupnya.

Dia bahkan mengatakan tidak ingin bertanggung jawab dengan aksi tersebut.

Saat kamera bergulir, dia kemudian menembak dan peluru menembus buku itu.

Setelah penembakan itu, Perez mengatakan kepada polisi di layanan 911, bahwa Ruiz kekasihnya, telah meminta untuk menembakkan peluru dari pistol ke buku yang dipegang Ruiz.

Namun peluru menembus buku itu dan melukai ayah muda itu.

Perez (20) dari Redfield, South Dakota, dijatuhi hukuman awal tahun ini hingga 180 hari di penjara karena pembunuhan tingkat dua.

Wanita 20 tahun itu mengandung anak keduanya pada saat kematian Ruiz dan putra mereka lahir pada bulan September.

Pada bulan Desember, Perez mengajukan pembelaan yang akan memungkinkan dia untuk menjalani setengah dari hukumannya dalam jeda 30 hari per tahun selama tiga tahun ke depan.

Dia juga dilarang memiliki senjata api.

(metro.co.uk)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved