Kasus Jual-Beli Ruko di Megamas, Hans Tuding Balik Bos Diskotik

26 Mei, Hans kembali lagi ke kantor diskotik bersama seorang bernama Bobby untuk mengembalikan uang tersebut. Jawaban yang sama ia terima.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: maximus conterius
ISTIMEWA
Ruko 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Laporan dugaan penipuan kasus down payment ruko Megamas senilai Rp 100 juta yang dilayangkan RI alias Robby alias Ko Lim, pengusaha diskotik, berbuntut panjang.

Hans Tanuli, pemilik ruko yang awalnya dituding sebagai pelaku penipuan jual beli ruko, merespons keras dan balik menuding sang bos diskotik yang menipunya.

Hans mengaku heran dituding sebagai penipu padahal ia merasa menjadi korban penipuan.

Ia semakin heran karena Ko Lim malah melaporkan dirinya ke Polresta Manado.

"Saya kaget membaca berita di media online yang isinya sungguh sangat bertolak belakang dengan yang saya alami. Kenyataanya saya yang telah ditipu," ungkap Hans didampingi pengacaranya Jemmy Yohan Londah SH dan Febry Tri Haryadi SH, Jumat (22/06/2018).

Karena kasus penipuan tersebut, sudah sejak 25 Mei 2018, Ko Hans melaporkan Ko Lim ke Polda Sulut. Ia heran laporan itu dibalas dengan laporan ke Polresta.

Baca: Uang Rp 100 Juta Milik Wiraswasta Dibawa Kabur Penjual Ruko

Ko Hans kemudian memaparkan, kronologis kasus itu.

Pada 16 April 2018, Ko Lim telah mentransfer uang muka/DP senilai Rp 100 juta dari nilai ruko total Rp 2,3 miliar yang katanya akan dilunasi setelah 2 minggu dari tanggal DP diberikan, menunggu proses bank.

Pada 17 April 2018, Ko Lim memohon untuk meminjam kunci ruko tersebut untuk menaruh barang yang katanya hanya sedikit.

Bukti percakapan
Bukti percakapan (ISTIMEWA)

Kemudian pada 30 April, ia berusaha menelepon Ko Lim untuk menanyakan kabar pelunasan dari bank, dijawab sudah dalam pengurusan dan secara prinsip sudah disetujui.

Pada 5 Mei, Hans menanyakan lagi dan petugas Bank Danamon juga menanyakan hal yang sama, tapi tetap dijawab 'Sabar masih dalam pengurusan’.

Hans menilai jawaban tersebut terkesan menunda-menuda waktu.

Pada 7-9 Mei, Hans merasa bahwa janji-janji Ko lim ternyata tidak bisa dipercaya. Tiap kali ditanya hanya dijawab tinggal menunggu persetujuan dari Jakarta.

Halaman
12
Tags
penipuan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved