Rupiah Melemah dan Bertengger di Level Rp 14.099, Perlu Diwaspadai?
Di pada perdagangan di pasar spot hingga siang ini, rupiah bertengger di level Rp14.099 per dolar AS
TRIBUNMANADO.CO.ID,JAKARTA - Melemahnya nilai tukar rupiah Sejak Selasa (19/6) kemarin, yang bergerak hingga menyentuh level Rp14.165 per dolar AS ternyata tak perlu dikhawatirkan.
Hal ini diaungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Menurutnya, sampai saat ini pergerakan nilai tukar rupiah masih mendapatkan sentimen negatif dari kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika, The Fed yang dilakukan pekan lalu.
Di pada perdagangan di pasar spot hingga siang ini, rupiah bertengger di level Rp14.099 per dolar AS. "Walaupun demikian tidak ada yang perlu dikhawatirkan," katanya, Kamis (21/6).
Ia yakin bahwa rupiah ke depan masih akan bergerak bagus dan stabil. The Fed pada Rapat Komite Pasar terbuka Federal (FOMC) Maret lalu memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin menjadi 1,5 persen dan 1,75 persen.
Pada Rapat FOMC yang digelar Rabu (13/6) lalu mereka memutuskan mengerek bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,75 persen dan 2 persen.
Kenaikan suku bunga acuan mengindikasikan perekonomian AS yang semakin baik. Tingkat pengangguran tercatat hanya 3,8 persen, terendah sejak 2000.
Darmin mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi akibat kebijakan suku bunga Amerika tidak perlu dikhawatirkan. "Nanti juga tenang lagi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah-melemah-ilustrasi-0ke_20150617_102950.jpg)