Ini yang Dilakukan Pemkot Bitung Memperingati Hari Lingkungan Hidup
Pada apel perdana, Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pada apel perdana, Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Ia mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia yakni penumpukan sampah plastik, yang hingga kini perlu dilakukan tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat, dan ramah lingkungan.
Baca: Ini Sanksi untuk ASN Bitung yang Menambah Libur
"Komposisi sampah plastik di negara kita mencapai 16 persen dari total timbunan sampah secara nasional yang terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir ini, dan sumber utamanya adalah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja serta berbagai pembungkus barang lainnya," jelasnya.
Ia menambahkan, dari total timbunan sampah plastik tersebut yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15 persen saja, selain itu 60-70 persen di timbun di TPA dan sisanya lagi belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, seperti sungai, danau, pantai, dan laut di mana hal ini perlu diatasi lewat kebijakan dan strategi yang tepat.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Bitung melalui Wali Kota Bitung Max Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri melakukan pembuatan lubang biopori atau lubang resapan air di Lapangan Kantor Wali Kota, dilanjutkan dengan penyerahan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali dalam rangka meminimalisasi penggunaan kantong plastik. (amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wali-kota-bitung-maximilian-lomban-bikin-biopori-di-lapangan-kantornya_20180621_163528.jpg)