Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

FIFA World Cup Russia 2018

Prancis vs Peru: Uji Trisula Biru

Para favorit juara di Piala Dunia 2018 masih belum panas sejauh ini. Ada yang kalah seperti Jerman. Ada juga yang seri seperti Brasil.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Penyerang timnas Prancis, Antoine Griezmann, melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Italia dalam laga di Allianz Riviera, Jumat (1/6/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para favorit juara di Piala Dunia 2018 masih belum panas sejauh ini. Ada yang kalah seperti Jerman. Ada juga yang seri seperti Brasil.

Prancis masih beruntung setidaknya, setelah menang susah payah atas Australia 2-1 di penyisihan grup C. Dewi keberuntungan memang bekerja sangat keras untuk Les Bleus (si biru --julukan Prancis) dalam laga lima hari lalu itu (16/6).

Gol pertama dari Antoine Griezmann lahir dari titik penalti, setelah ada rekaman pemutaran video kembali melalui sistem VAR (video assistan referee).

Gol kedua skuat asuhan Didier Deschamps ini pun tak luput dari pertolongan teknologi.
Sepakan Paul Pogba yang sempat menyentuh mistar gawang, dan melewati garis gawang sempat dianggap tidak gol oleh Australia. Namun wasit mengesahkan gol setelah melihat Goal Line.

Di laga keduanya melawan Peru di Stadion Ekaterinburg, Kamis (21/6), Prancis tentunya tak bisa lagi berharap pada pertolongan teknologi. Mereka wajib memperbaiki diri. Terutama di lini depan yang tampil sangat tumpul saat melawan The Socceroos.
Trio penyerang beken, Kylian Mbappe-Griezmann-Ousmane Dembele, yang tadinya digadang-gadang sebagai trio terbaik di Rusia, ternyata masih jauh dari harapan.

Live On
Trans TV
Kamis (21/6) Pukul 22.00 WIB/23.00 Wita

Terlihat dari statistik, dimana Les Bleus membombardir gawang Australia dengan 12 tendangan, dan hanya enam tepat sasaran. Griezmann menyumbang lima tendangan, Mbappe satu tendangan, dan Dembele bermain 70 menit tanpa sekali pun melepaskan tendangan percobaan.

Tapi Deschamps tetap percaya dengan kualitas trio penyerangnya ini. "Tiga penyerang ini bermain sesuai instruksi. Mereka tetap akan jadi andalan," katanya menegaskan.

Kapten Timnas Peru Paolo Guerrero
Kapten Timnas Peru Paolo Guerrero (bolasport.com)

Jika tak bisa meningkatkan kualitas permainan saat melawan Peru, dipastikan Les Bleus bakal kesulitan. Peru, yang menyerah 0-1 dari Denmark di laga pertama, dikenal punya pertahanan kuat.

Kekalahan The Peruvians ini sangat menyesakkan, karena mereka lebih mendominasi permainan. Pun lebih produktif, dengan melepaskan 17 tendangan berbanding tim Dinamit yang hanya 10 tendangan.

Tapi keasyikan menyerang menjadi petaka setelah Yussuf Poulsen membobol gawang Peru di menit ke-59. Sialnya lagi, sebelumnya Christian Bravo gagal mengeksekusi penalti di menit 46.

La Blanquirroja alias si "Putih-Merah", julukan Peru, dipastikan akan tampil habis-habisan malam ini. Jika kalah lagi, peluang untuk ke 16 besar pun hampir dipastikan akan tertutup.

Mereka boleh berharap pada ketajaman striker sepanjang masa, Paolo Guerrero. Bomber 34 tahun ini dalam motivasi tinggi setelah mendapat keajaiban: larangan bermainnya gara-gara kasus doping akhirnya dicabut hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia digelar.

Guerrero bermain sebagai pengganti selama 30 menit saat melawan Denmark. Dan ia tampil menawan. Menciptakan dua peluang emas, yang berpotensi jadi gol penyama.
Melawan Prancis, pelatih Ricardo Gareca kemungkinan menurunkan Guerrero sebagai starter. Ia diharapkan bisa jadi tulang punggung The Peruvians melangkah ke 16 besar yang terakhir dicapai pada 1978 lalu. (Tribunnews/den)

Piala Dunia 2018
Grup C
Stadion Ekaterinburg
Kamis (21/6) Pukul 22.00 WIB

M-S-M-M-M
Prancis 4-2-3-1
Lloris; Hernández, Umtiti, Varane, Pavard; Pogba, Kanté; Matuidi, Griezmann, Mbappé; Giroud

K-S-M-M-M
Peru 4-2-3-1
Gallese; Trauco, Ramos, Rodríguez, Advíncula; Tapia, Yotún; Farfán, Cueva, Carrillo; Guerrero

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved