Hasil Survei Indo Barometer di Pilkada Sumut: Djarot-Sihar Unggul Tipis
Seminggu menjelang pemungutan suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, lembaga survei Indo Barometer
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Seminggu menjelang pemungutan suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, lembaga survei Indo Barometer menyebut pasangan Djarot Syaiful Hidayat- Sihar PH Sitorus unggul tipis dari pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Survei dilakukan pada 26 Mei hingga 2 Juni 2018.
Pasangan Djarot-Sihar mendapatkan 37,8 persen, sedangkan pasangam Eddy-Musa 36,9 persen. "Pasangan Djarot-Sihar memperoleh dukungan sebanyak 37,8 persen. Bersaing ketat dengan pasangan Eddy-Musa yang memperoleh dukungan 36,9 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (20/6).
Pemilih yang tidak menandai apapun di surat suara alias abstain sebanyak 25,4 persen. Qodari menjelaskan alasan terbesar masyarakat tidak menandai surat suara simulasi itu karena rahasia.
"Alasan utama publik tidak menandai surat suara adalah karena rahasia, sebanyak 48,8 persen. Kemudian belum memutuskan atau belum menentukan pilihan saat ini, sebanyak 32,5 persen, dan tidak akan memilih 18,7 persen," papar Qodari.
Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner
Qodari juga memaparkan Djarot bukan putra daerah Sumatera Utara namun mampu memperoleh dukungan besar. Hal ini dilandasi sosok Djarot yang lebih populer dari sosok Eddy Rahmayadi.
"Dari nama calon yang paling dikenal, Djarot Saiful Hidayat disukai 69,4 persen, Edy Rahmayadi disukai 64,6 persen, Sihar PH Sitorus 58,5 persen, dan Musa Rajekshah 51,1 persen," imbuhnya.
Survei Indo Barometer melibatkan 800 responden di 33 kawasan di Sumatera Utara. Tingkat kesalahan survei atau margin of error sebesar 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Indo Barometer mengungkapkan persaingan ketat di antara kedua pasangan ini terpantau sejak 4-10 Februari 2018. Dalam periode itu, elektabilitas Djarot-Sihar sebesar 26,0 persen sedang Edy-Ijeck sebesar 25,8 persen.
Survei Sulsel
Sedangkan hasil survei Indo Barometer di Sulwasei Selatan, pasangan nomor urut 3, M Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mengungguli tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur lainnya. M Nuurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan dukungan 31,8 persen.
M Qodari mengatakan hasil tersebut berdasarkan survei simulasi surat terbuka Pilkada Sulsel pada 27 Juni mendatang.
"Disusul pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar (20,4 persen), pasangan M Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (18 persen, dan pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (7,1 persen)," ujarnya.
Menurut Qodari, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman unggul di semua aspek.
"Nurdin Abdullah merupakan bupati dan profesor andalan sedangkan Andi Sudirman Sulaiman, sosok pengusaha, putra daerah, adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pasangan nomor 3 cenderung unggul di semua aspek walaupun masih ada responden yang belum menandai," ujar Qodari.
Survei dilakukan pada 5-10 Juni 2018. Pelaksanaan survei dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, meliputi 24 kabupaten/kota, melibatkan 800 responden minimal berusia 17 tahun.
Margin of error sebesar ±3.46 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tatap muka responden menggunakan kuesioner.
Dari survei yang juga dilakukan Indo Barometer sebelumnya, Januari 2018, nama M Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, juga unggul, angkanya 26,1 persen. (tribunnetwork/yud/rin)