Inilah Penyebab Harga Beras Premium di Kotamobagu Naik

Rudi Gani (58), seorang pedagang beras mengatakan, harga beras mulai naik disebabkan stok berkurang, karena musim panen telah lewat

Inilah Penyebab Harga Beras Premium di Kotamobagu Naik
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Pedagang beras di Kotamobagu, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Usai perayaan Hari Idulfitri harga beras di Kotamobagu merangkak naik.
Rudi Gani (58), seorang pedagang beras mengatakan, harga beras mulai naik disebabkan stok berkurang, karena musim panen telah lewat. Namun masih ada petani yang menyimpan stok.

"Harga pereceran masih normal, tapi harga per karung ukuran 60 kilogram sudah mulai naik," ujar Rudi Gani.
Menurutnya, beras kelas tiga dengan harga Rp570-580 ribu per karung (60 kg), memang masih banyak di gilingan, namun untuk kelas baik (serayu), stoknya berkurang.

Kata dia, biasanya usai lebaran harga beras akan naik. Hal ini disebabkan petani tidak ke sawah, karena melaksanakan hari raya. Harga beras serayu saat ini Rp 620-640 ribu per karung .
"Saya jual beras Serayu per kilogram Rp11.500, dengan kualitas baik," ujar dia lagi.

Hamdi Lamase (45), penjual beras eceran mengatakan, harga beras bervariatif sesuai kualitasnya.
Harga beras serayu memang mahal dari Rp10.500 naik Rp11.500. Tapi ada beras lain dengan kualitas di bawahnya mulai dari Rp 8.500-10.500.

"Harga beras mulai naik, setelah selesai hari raya Idulfitri," ujar Hamdi.
Kepala Seksi Pengawasan Tertib Niaga dan Distribusi, Mahmud M Soleman mengatakan, harga beras masih normal dan masih bisa dijangkau masyarakat.

"Harga bervariatif jadi masyarakat bisa memilih sesuai kebutuhan," ujar Mahmud M. Soleman. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved