Pastor Frans Mandagi Bacakan Pesan Idulfitri dari Vatikan

Pastor Paroki Santo Ignatius Manado Frans Mandagi membacakan pesan Ramadan dan Idulfitri dari Vatikan, Minggu (17/6/2018).

Pastor Frans Mandagi Bacakan Pesan Idulfitri dari Vatikan
ISTIMEWA
Pastor Paroki Santo Ignatius Manado Frans Mandagi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pastor Paroki Santo Ignatius Manado Frans Mandagi membacakan pesan Ramadan dan Idulfitri dari Vatikan, Minggu (17/6/2018).

Pesan Ramadan dan Idulfitri ini ditandatangani langsung oleh Kardinal Jean-Louis Tauran selaku Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama (DKDA) dan Uskup Miguel Angel Ayuso Guixot selaku Sekertaris DKDA.

Berikut isi dari pesan Ramadan dan Idulfitri dari Vatikan :

Saudara-saudari Muslim yang terkasih,

Dalam Penyelenggaraan Ilahi-Nya, Allah yang Mahakuasa telah memberikan Anda kesempatan untuk menjalankan puasa di bulan Ramadan dan untuk merayakan Idulfitri.

Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama menghargai makna bulan ini dan upaya besar yang dilakukan umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, berdoa, dan berbagi karunia-karunia Allah yang Mahakuasa dengan orang miskin.

Dengan menyadari karunia-karunia yang diilhami bulan Ramadan, kami bersatu dengan Anda dalam mengucap syukur kepada Allah Maharahim atas kebaikan dan kemurahan-Nya, dan kami mengucapkan selamat dari lubuk hati terdalam.

Saudara-saudari Muslim terkasih, pada kesempatan ini, kami hendak berbagi permenungan mengenai aspek vital dalam relasi antara orang Kristen dan Muslim: adanya kebutuhan untuk melangkah dari kompetisi menuju kolaborasi.

Semangat kompetisi sering menandai hubungan masa lampau antara orang Kristen dan Muslim, dampak-dampak negatifnya amatlah jelas: kecemburuan, perbuatan saling menuduh, dan ketegangan. Dalam beberapa kasus, hal ini mengarah kepada konfrontasi berlandaskan kekerasan, khususnya ketika agama dijadikan alat, terutama untuk kepentingan diri dan motif politik.

Kompetisi antaragama tersebut melukai citra agama-agama dan pengikut mereka, dan ia menyuburkan pandangan bahwa agama bukanlah sumber kedamaian, melainkan sumber ketegangan dan kekerasan.

Untuk mencegah dan mengatasi dampak-dampak negatif ini, penting bagi kita, orang Kristen dan Muslim, untuk mengingat nilai-nilai religius dan moral yang kita bagi bersama, sembari mengakui perbedaan kita. Dengan mengakui apa yang kita anut bersama dan dengan saling menghormati perbedaan kita yang sah, kita dapat makin teguh menetapkan fondasi yang kokoh dalam relasi yang harmonis, beranjak dari kompetisi dan konfrontasi menuju sebuah kolaborasi efektif bagi kebaikan bersama. Secara khusus hal ini membantu mereka yang amat membutuhkan, dan mengizinkan kita untuk memberi kesaksian yang terpercaya atas kasih Allah yang Mahakuasa kepada seluruh umat manusia.

Kita semua memiliki hak dan kewajiban untuk menjadi saksi bagi Allah Mahakuasa yang kita sembah, dan untuk berbagi keyakinan kita dengan orang lain, sambil menghargai agama mereka dan perasaan religius mereka.

Jadi, guna mendukung relasi persaudaraan yang harmonis, mari kita bekerja sama dan saling menghormati satu sama lain. Dengan cara ini kita akan memuliakan Allah yang Mahakuasa, dan mendukung keharmonisan dalam masyarakat, yang kini semakin menjadi multietnis, multireligius, dan multikultural.

Kami akhiri renungan ini dengan membarui ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita, seraya menjaga solidaritas kita dalam doa.

(Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved