Breaking News
Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Begini Cara Polisi Tangkap 3 Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi Online

Tiga pelaku perampokan yang menewaskan sopir taksi online, M Aji Saputra (26), dapat dibeku Polda Sumsel

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
KOMPAS.com/ Aji YK Putra
Wajah tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga pelaku perampokan yang menewaskan sopir taksi online, M Aji Saputra (26), dapat dibekuk setelah tim khusus dari Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Sumsel memancing para pelaku.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku kasus ini yakni Bambang Kurniawan (25), Yogi Andriansyah (19), dan Willy.

Polisi memancing mereka dengan menyamar sebagai pembeli mobil korban, yang telah dirampok ketiganya.

Mulanya, tim khusus kepolisian itu mengendus keberadaan pelaku kasus ini di daerah Muratara, yang merupakan kampung halaman tersangka Willy.

Di sana, petugas mendapatkan informasi jika ketiganya hendak menjual mobil merek Datsun Go-Panca warna Grey dengan plat nomor BG 1922, yang merupakan milik korban.

Polisi pun melakukan penyamaran dengan maksud memancing ketiganya.

Saat bertemu, tersangka Bambang menyadari jika pembeli mereka adalah polisi. Willy dan Yogi langsung keluar dari mobil dan mencoba melarikan diri.

Yogi ditangkap lebih dulu setelah timah panas petugas menembus kakinya hingga tak bisa kabur lagi.

Sedangkan Bambang, langsung tancap gas dengan mobil korban dan masuk ke areal perkebunan kelapa sawit.

Karena jalanannya begitu kecil, roda mobil korban yang dikemudikan Bambang amblas dan membuatnya tak dapat melarikan diri lagi.

"Ketika kita dekati, tersangka Bambang malah mencoba melawan petugas lagi. Karena membahayakan, kita akhirnya menembak tersangka dan tewas,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara, Sabtu (16/6/2018).

Beberapa jam setelah tertangkapnya Bambang dan Yogi, keluarga dari Willy akhirnya menyerahkan Willy ke polisi.

"Ketiga tersangka ini melarikan diri ke Muratara dan hendak menjual mobil korban. Barang bukti mobil dan handphone milik korban kita dapatkan dari para pelaku,” ujar Yoga.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kembali mengimbau kepada seluruh pengemudi taksi online untuk lebih berhati-hati ketika mendapatkan penumpang, terlebih saat tengah malam.

"Dalam kurun waktu dua tahun sudah empat kasus kita tangani. Modusnya sama, pura-pura jadi penumpang. Para driver harus hati-hati, apalagi penumpangnya cowok semua dan minta antar tengah malam. Lebih baik ditolak saja,” imbau Kapolda Sumsel.

Jenazah Bambang yang tewas ditembak mati oleh Direskrimum Polda Sumsel, usai merampok <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sopir' title='sopir'>sopir</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/taksi' title='taksi'>taksi</a> Online M Aji Saputra

Jenazah Terangkut di Jembatan

Tiga pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online M Aji Saputra (26) ternyata ingin membuang jasad korban ke aliran anak Sungai Musi dari atas Jembatan Bruge, di mana korban ditemukan tewas tergantung.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan AKBP Yoga Baskara, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka.

“Jadi, mereka itu ingin membuang jasad korban, tapi malah tersangkut. Para tersangka ingin membuangnya ke sungai karena mau menghilangkan jejak,” kata Yoga, Sabtu (16/6/2018).

Para tersangka sendiri baru mengetahui jika jasad korban tak jatuh ke sungai, usai Aji ditemukan tersangkut oleh warga sekitar yang hendak memancing di bawah jembatan yang berlokasi di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tersebut.

“Tiga tersangka ini takut dilihat warga. Karena tergesa-gesa, jasad korban malah tersangkut,” ujar dia.

Yoga melanjutkan, tiga tersangka pun telah merencanakan secara matang sebelum melakukan aksi perampokan terhadap Aji. Tersangka Bambang Kurniawan (25) yang tewas ditembak mati, berperan menyiapkan rencana.

Sedangkan tersangka Yogi Andriansyah (19), mempersiapkan alat untuk menghabisi korban seperti obeng dan tali tambang. Tersangka Willy (20) berperan menghabisi nyawa korban.

“Bambang yang menemui Gusti Randa, pura-pura minta pesankan taksi online. Saat di dalam mobil, Yogi langsung menjerat leher korban dari belakang. Setelah itu, Bambang menusuk korban memakai obeng. Untuk memastikan korban tewas, Willy kembali menusuk korban berulang-ulang,” ujar Yoga.

Jasad Aji sebelumnya ditemukan tewas tergantung di bawah Jembatan Bruge dengan kondisi mengenaskan dan hanya memakai celana dalam. Kondisi korban ketika itu pun mengalmi luka di sekujur tubuh dan wajah.

Suasana ruang kamar jenazah RS Bhayangkara mulai diepnuhi keluarga Aji korban <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sopir' title='sopir'>sopir</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/taksi' title='taksi'>taksi</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/online' title='online'>online</a> yang tewas dibunug, untuk melihat jenazah pelaku pembunuhan yang ditembak mati

1 Ditembak, 1 Menyerah, 1  Tewas

Polda Sumatera Selatan, Sabtu (16/6/2018), kembali menangkap tersangka kasus pembunuhan dan perampokan terhadap M Aji Saputra (26), sopir taksi online Grab.

Sebelumnya polisi telah menembak mati Bambang Kurniawan (25), tersangka lain di kasus ini.

Tersangka yang kembali ditangkap berjumlah dua orang yakni Yogi Andriansyah (19) warga Paburuan, Kecamatan Tangamus, Lampung, dan Willy (20) warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).

Yogi ditangkap dengan kondisi kaki mengalami luka karena mencoba melawan petugas. Sementara, Willy menyerahkan diri dengan diantar langsung oleh pihak keluarga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan penangkapan dua tersangka tersebut. Ini artinya sudah ada tiga tersangka dalam kasus ini.

"Satu atas nama Bambang, ditembak mati karena mencoba melawan petugas. Secara detil nanti akan disampaikan langsung oleh Kapolda Sumsel," kata Slamet.

Aji merupakan korban perampokan yang disertai pembunuhan. Dia ditemukan tewas di jembatan Bruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.

Mirisnya, setelah dibunuh dan dihujami tusukan hingga tewas, jenazah korban juga digantung di bawah jembatan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi "Online" Dibekuk Setelah Dipancing Polisi", https://regional.kompas.com/read/2018/06/16/20522561/tiga-rampok-yang-tewaskan-sopir-taksi-online-dibekuk-setelah-dipancing.  dan  "Pelaku Ingin Buang Jasad Sopir Taksi Online ke Sungai, tapi Tersangkut di Jembatan", https://regional.kompas.com/read/2018/06/16/23134581/pelaku-ingin-buang-jasad-sopir-taksi-online-ke-sungai-tapi-tersangkut-di.  dan "Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi "Online" Kembali Ditangkap, 1 Ditembak, 1 Menyerah", https://regional.kompas.com/read/2018/06/16/19100851/rampok-yang-tewaskan-sopir-taksi-online-kembali-ditangkap-1-ditembak-1.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved