ISKA Sulut Akan Adakan Musda
Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sulawesi Utara (Sulut) akan melaksanakan musyawarah daerah (musda) di Aula Keuskupan Manado
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sulawesi Utara (Sulut) akan melaksanakan musyawarah daerah (musda). Undangan untuk itu sudah diberikan.
"Kepada moderator. Juga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan ketua-ketua DPC ISKA Se-Sulut," kata ketua ISKA Sulut Adri Manengkey melalui sekretaris Lexi Kalesaran, Sabtu (9/6/2018).
Musda akan dilaksanakan pukul 16.00. Tempatnya di Aula Keuskupan Manado.
Menurut keuskupanblogspot.com, ISKA dibentuk pada 22 Mei 1952 di Jakarta, dengan nama IKATAN KATOLIK SARJANA DAN CENDEKIAWAN (IKS).
Pemrakarsa terbentuknya IKS adalah Pengurus Pusat PMKRI bersama dengan Ikatan Muda Katolik Indonesia (IMKI).
IKS pertama dideklarasikan di Jakarta dan bersifat lokal. Pengurus pertama IKS 1958-1960 adalah: Drs. Loo Siang Hien (Ketua), Drs. A.M Moeliono (Wakil Ketua), dan Liem Peng Liong SH (Sekretaris). Sejak itu IKS silih berganti, dari: C. Sindhunata SH (1960-1961), Drs. Que Sian Koen (1961-1963), Dr. Jakob Oetama (1963-1985), Dr. J. Riberu (1985-1991), Ir. Djoko Wiyono (1991-1997), Drs. Charles Mangun, MBA (1997-2000), A. Sandiawan Suharto (2000-2003), dan Ir. Paulus Harli (2003-2009).
IKS secara resmi membuat jaringan dengan organisasi sarjana dan cendekiawan yang juga bermunculan di berbagai daerah. Misalnya, di Bogor, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar.
Selain itu IKS juga menjadi anggota ICMICA (International of Catholic Movement for Intelectual and Cultural Affair), yang merupakan wadah dari organisasi sarjana dan cendekiawan Katolik seluruh dunia.
ICMICA adalah anggota PAX ROMANA, salah satu lembaga non-pemerintahan yang punya perwakilan di PBB.
Dari jaringan global inilah tahun 1964 timbul gagasan untuk menyatukan berbagai organisasi sarjana/cendekiawan katolik nasional, melalui sebuah MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS).
Nama Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) baru mulai digunakan setelah MUNAS di Bandung, 3-5 September 1964.
Munas sarjana dan cendekiawan Katolik di Bandung ini diprakarsai IKS dan diikuti oleh organisasi sarjana dan cendekiawan katolik seluruh Indonesia.
Sejak itulah organisasi para sarjana dan cendekiawan ini bernama ISKA bersifat nasional, dengan bentuk federasi.
Dalam Munas ini pula disusun anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja ISKA.
Salah satu program kerja yang disusun pada waktu Munas 1964 adalah aktif merintis berdirinya cabang Universitas Katolik Atmajaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180609_154401.jpg)