Pilrek Unsrat Sempat Dapat Pengawalan Ketat Aparat Kepolisian
Proses pemilihan Rektor Unsrat, Kamis (7/6) di Rektorat Unsrat, berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Proses pemilihan Rektor Unsrat, Kamis (7/6) di Rektorat Unsrat, berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.
Aparat berjaga di depan lobi rektorat bahkan mereka juga menyebar di sisi gedung, tempat adanya tangga menuju ruangan lantai empat yang jadi lokasi pemilihan.
Sempat terlihat tim Shabara bersenjata lengkap, berpenutup muka, berhelm kavelar turun dari tangga.
Intel intel pun berkeliaran sekitar gedung rektorat.
Mobil tim paniki Polresta Manado parkir depan lobby.
Wartawan dilarang meliput proses pemilihan.
Bahkan untuk berada di lantai empat tempat pemilihan digelar pun tak diperkenankan.
Sejumlah wartawan yang sempat berada di lantai empat diusir oleh security.
Ketua Senat Unsrat Janny Kusen menyatakan, pengamanan diminta pihaknya untuk mengantisipasi pihak tertentu yang hendak mengacaukan pilrek.
Disisi lain, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc., Ph.D mengaku sempat heran dengan banyaknya polisi yang berjaga, namun Ia memakluminya.
"Yah setiap kampus kan punya pertimbangan sendiri," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pilrek-unsrat_20180608_084929.jpg)