Pengacara Trump Buka Rahasia: Pertemuan Pemimpin AS-Korea Utara Terancam Batal

Mantan wali kota New York yang kini menjadi pengacara Presiden AS Donald Trump berisiko merusak rencana

Pengacara Trump Buka Rahasia: Pertemuan Pemimpin AS-Korea Utara Terancam Batal
AFP PHOTO / SAUL LOEB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump  

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC - Mantan wali kota New York yang kini menjadi pengacara Presiden AS Donald Trump berisiko merusak rencana pertemuan dengan Kim Jong Un di Singapura pekan depan.

Rudy Giuliani, Rabu (6/6/2018) mengatakan, Kim Jong Un memohon kepada Trump agar pertemuan di Singapura itu tetap digelar.

"Kim Jong Un benar-benar memohon agar pertemuan itu dilaksanakan, ini adalah posisi yang ingin kami dapatkan dari dia," kata Giuliani dalam sebuah kesempatan di Tel Aviv, Israel. Pertemuan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memang masih dijadwalkan bakal digelar di Pulau Sentosa, Singapura.

Bahkan, PM Jepang Shinzo Abe terbang ke Washington DC pada Rabu malam untuk membicarakanpersiapan pertemuan itu dengan Donald Trump.

Namun, sejumlah diplomat mengatakan pernyataan Giuliani itu bisa mengganggu pertemuan kedua pemimpin tersebut. Jan Eliasson, mantan wakil sekjen PBB dan mantan menlu Swedia, adalah salah satu yang mengkhawatirkan dampak pernyataan tersebut.

"Komentar tersebut jelas-jelas tidak akan meningkatkan prospek pertemuan Singapura," ujar Eliasson. Sementara itu, mantan diplomat Kemenlu AS dan pakar Korea Utara, Evans JR Revere lebih blak-blakan dengan pendapatnya.

"Jika Korea Utara membutuhkan alasan untuk membatalkan pertemuan itu, maka Amerika baru saja memberi alasannya," kata Revere kepada harian The Washington Post.

Namun, dalam wawancaranya dengan Associated Press, Giuliani menolak anggapan komentarnya akan mengganggu atmosfer pertemuan di Singapura pekan depan itu.

Dia mengatakan, Kim Jong Un pasti memahami posisi Amerika Serikat dalam pertemuan itu memang lebih kuat. "Pernyataan itu menunjukkan bahwa sosok presiden lebih kuat.

Dan, Anda tidak akan mendapatkan hasil kecuali dia menerimanya," kata Giuliani.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved