Kisah Rumah Warisan Soekarno di Tikala, Penyebar Semangat Nasionalisme di Sulut

Sebuah rumah di tepi Jalan Daan Mogot di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan VI pernah menaungi Sukarno dalam kunjungannya ke Manado.

TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Rumah warisan Soekarno di Tikala Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  6 Juni ratusan tahun yang lalu, tepatnya 1901, Sukarno lahir.

Presiden pertama Indonesia ini adalah tokoh dunia kala itu, sejajar dengan Presiden AS John F Kennedy, PM India Nehru, Presiden Uni Societ Nikita Krushchev, Presiden Kuba Fidel Castro serta tokoh revolusioner Che Guevara.

Dia adalah presiden dari negara baru merdeka yang disambut meriah di Amerika dan Uni Soviet, dua negara adidaya kala itu.

Ternyata Sukarno punya jejak sejarah di Manado.

Baca: Kisah Demi Bela Palestina, Soekarno Rela Korbankan Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia

Baca: Berikut 6 Fakta Hubungan Sedarah Kakak-Adik di Jambi, Ibu Bantu Gugurkan Kandungan

Sebuah rumah di tepi Jalan Daan Mogot di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan VI pernah menaungi Sukarno dalam kunjungannya ke Manado.

Sejumlah putusan strategis tentang Sulut diambil presiden pertama Indonesia itu dari rumah tersebut.

Toto Soekarno Putra Pemimpin yayasan The President Soekarno Heritage menyebut, rumah itu beberapa kali ditinggali Soekarno selama berkunjung di Sulawesi Utara.

Baca: Cerita Mantan Teroris yang Batal Meledakkan Kafe karena Melihat Ada Wanita Berjilbab

Baca: 15 Pasukan Khusus Paling Ditakuti di Dunia dan Seragamnya

Dari rumah itu, kata Toto, semangat nasionalis menyebar ke seluruh penjuru Kota Manado, bahkan Sulawesi Utara.

Hingga kini, Toto meyakini mayoritas warga Manado berpaham nasionalis.

"Itu tak lepas dari keberadaan rumah tersebut," ujarnya.

Rumah warisan Soekarno di Tikala Manado
Rumah warisan Soekarno di Tikala Manado (TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS)
Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved