Breaking News:

Tajuk Tamu - Pendidikan Sebagai Pembinaan Karakter dan Aksiologi 

Pendidikan disatu sisi dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak namun disisi lain sangat penting bagi kebutuhan masyarakat

Ist
Fr. Michael Hart Terok 

Pada akhirnya dia bercerita soal itu, bahwa ketika hasil yang diperolehnya selama semester ini memenuhi harapan orangtuanya, maka ia dipuji  dengan berbagai macam hal.

Tapi ketika hasilnya tidak memenuhi harapan orangtuanya, ia pasti dihukum. Hukuman yang diberi pun cukup keras, bahkan sampai tidak masuk sekolah selama beberapa hari karena sakit.

Namun hal itu baginya sudah dianggap sebagai tantangan meski menyakitkan secara lahir dan batin. Tindakan seperti itu disatu sisi mengandung unsur kekerasan terhadap anak, dan akan lebih berbahaya lagi jika hal itu sungguh terjadi dalam lingkup sekarang ini.

Disisi lain anak akan merasa ditantang bahwa ia akan berusaha lagi dengan lebih giat supaya harapan orangtua itu bisa menjadi satu dengan harapannya.

Lantas jika pendidikan dipandang sebagai suatu kebutuhan, tanpa didesak pun anak akan memiliki niat untuk pergi ke sekolah. Akan tetapi, apakah anak usia dini sudah memiliki pemahaman tentang kebutuhan itu sendiri? Disinilah peran orangtua untuk memberi arti dari pemahaman itu.

Tentu, orangtua bukan pertama-tama dan terutama menjelaskan arti kebutuhan, melainkan dimulai dengan mengajak anak supaya mencintai pengetahuannya. Dengan proses mengenal lingkungan sekitarnya dan mengenal barang-barang atau alat-alat yang ada disekitarnya, secara perlahan membuat anak mengerti apa itu kebutuhan.

Setelah kebutuhan dasar diperoleh melalui proses pengenalannya itu, maka secara lebih mendalam lagi ia akan memperolehnya dalam dunia pendidikan secara formal.

Betapa pentingnya juga kita menunjukkan kepada anak tentang pendidikan, baik secara formal (di sekolah), non-formal (di rumah), dan informal (di lingkungan atau masyarakat). Namun yang secara mendasar, pendidikan terutama diperoleh melalui peran dari orangtua.

Orangtua sungguh memainkan peran penting dan aktif dalam upaya mengembangkan mentalita dan niat belajar yang baik dari anak.

Sehingga, kebutuhan anak memang benar-benar dipenuhi karena didukung oleh semangat orangtuanya dan bukan karena desakan orangtuanya.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved