Sidang Korupsi DAK Sitaro - JPU Hadirkan Bendahara SMPN 1 Siau Timur Sebagai Saksi

Sidang lanjutan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora)

Sidang Korupsi DAK Sitaro - JPU Hadirkan Bendahara SMPN 1 Siau Timur Sebagai Saksi
ISTIMEWA
Sidang lanjutan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sidang lanjutan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dengan terdakwa SWK alias Katiandago kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Manado, Senin (4/6/2018).

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan satu orang saksi, yakni Bendahara SMPN 1 Siau Timur, Kaksat Rindu ke hadapan Ketua Majelis Hakim Halidjah Wally.

Saksi Kaksat mengatakan, seingat dia ada sekolah yang tidak menyetor uang 12 persen.

"Sekolah kami juga tidak menyetor. Itu saya dengar dari ibu kepala sekolah," katanya.

Ia menambahkan, ada banyak sekolah dapat bantuan DAK.

"Kalu di sekolah kita dapat dua ruangan. Satu ruangan 1 Rp 90 juta. Total ada Rp 180 juta. Potong pajak 11,5 persen. Dua ruangan itu sudah selesai dibangun," tutur saksi.

Dalam sidang itu, terdakwa Katiandago ikut diperiksa sebagai saksi.

Saat ditanya oleh majelis hakim berapa jumlah sekolah yang mendapatkan DAK, Katiandago mengaku sudah tidak tahu.

"Saya tidak hafal. Yang jelas SD dan SMP. Itu sudah termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) kurang lebih Rp 15 miliar," aku dia.

Halaman
123
Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved