Dianggap Stigma, IAIN Manado Tak Tanamkan Paham Radikalisme

Rektor IAIN Manado DR Rukmina Gonibala menegaskan bahwa pihaknya menolak paham radikalisme masuk dalam kurikulum perkuliahan.

TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw dan Rektor IAIN Manado DR Rukmina Gonibala usai buka puasa bersama dengan Civitas Akademi IAIN Manado, Senin (28/5/2018) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado DR Rukmina Gonibala menegaskan bahwa pihaknya menolak paham radikalisme masuk dalam kurikulum perkuliahan.

Hal itu karena pemahaman soal radikalisme tersebut dianggap stigma untuk diberlakukan di dunia pendidikan.

"Paham radikalisme itu kan kadang-kadang cacat. Sehingga bagi kami Perguruan Tinggi Keagamaan dan Sekolah Tinggi Keagaman lain seperti sekolah keagamaan Budha atau Hindu atau lainnya sebenarnya sangat sulit disusupi oleh paham radikalisme itu," jelas Rektor kepada TribunManado.co.id usai buka puasa bersama (bukber) dengan Civitas Akademi IAIN Manado, Senin (28/5/2018) malam.

Lebih lanjut, dikatakan Gonibala, sulitnya masuk paham radikalisme di lingkungan IAIN karena sedari awal sebelum para mahasiswa diterima menjadi bagian dari IAIN, mereka (mahasiswa) diberikan pemahaman tentang nilai Pancasila.

"Paham-paham radikalisme tidak ada. Yang ada itu, mereka sebelum dan saat masuk di IAIN kita tanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Begitu juga perkuliahan bersifat ekstra bukan hanya di kurikulum, nilai-nilai keindonesiaan, keislaman dan Pancasila itu selalu disampaikan kepada mahasiswa," tegasnya.

"Kita selalu sampaikan dan tanaman bahwa antara nilai keindonesiaan dan nilai keislaman itu ada integrasi," tutupnya. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved