Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Umat Katolik Rayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Pastor Yonas Bagikan Komuni Dua Rupa

Hari ini, Minggu (3/6/2018), Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Tayang:
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Pastor Yonas Atjas saat memimpin misa di Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID. MANADO - Hari ini, Minggu (3/6/2018), Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Hari raya ini dirayakan minggu kedua setelah Hari Raya Pentakosta.

Di beberapa stasi atau Paroki dibuat Sambut Baru (penerimaan komuni pertama).

Itu sesuai dengan nama hari raya yang dirayakan.

Pastor Yonas Atjas saat memimpin misa di Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou memberikan komuni dua rupa. Komuni yang diberikan dalam rupa roti dan anggur.

Dalam renungannya, ia mengingatkan kembali bahwa darah dalam ritus bukan hanya sekadar simbol.

Dari Perjanjian Lama (Kitab Keluaran), darah menjadi darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan umat-Nya.

"Tubuh dan darah Kristus itu menjadi tanda Perjanjian Baru dan Kekal. Dalam Ibrani disebutkan tidak ada pengampunan dosa tanpa pertumpahan darah yaitu darah Kristus," katanya.

Ia mengatakan dalam Kitab Ibrani juga dikatakan tidak mungkin lagi ada darah binatang untuk perjanjian antara Allah dan manusia.

Darah dari Yesus yang datang melakukan kehendak Bapa yang menjadi darah Perjanjian Baru dan kekal.

"Itu dikatakannya dalam Perjamuan Malam Terakhir. Itu diteruskan dalam Gereja dalam Ekaristi sesuai perintah Yesus sendiri," katanya.

Ia mengatakan Kurban Kristus selalu dihadirkan untuk membaharui Karya Penyelamatan Kristus.

Ini lagi-lagi sesuai perkataan Yesus.

"Perbuatlah ini sebagai kenangan akan Aku," katanya.

Ia mengatakan Yesus juga menyebut roti dan anggur sungguh-sungguh Tubuh dan Darah Kristus.

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pendasaran biblis, Gereja lalu merumuskan transubtansiasi (Roti dan Anggur benar-benar berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus). Itu dipertahankan dari abad ke abad.

"Ini memperkuat Sakramen imamat yang diberikan Tuhan pada Perjamuan Malam Terakhir. Itu dimulai dengan perkataan Yesus kepada Petrus ,engkau Petrus di atas Batu Karang ini akan kudirikan Gereja-Ku," katanya.(Tribunmanado.co.id/David Manewus)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved