Pengunjung Kecewa Kurangnya Fasilitas di Hutan Kota Bonawang

Hutan Kota yang terletak di Kelurahan Mokonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, ditanami beratus jenis pohon dan memiliki satwa yang hampir punah.

Pengunjung Kecewa Kurangnya Fasilitas di Hutan Kota Bonawang
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Hutan Kota Bonawang, Kotamobagu, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pengunjung kecewa kurang fasilitas di Hutan Kota Bonawang.

Hutan Kota yang terletak di Kelurahan Mokonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kotamobagu, Sulawesi Utara, ditanami beratus jenis pohon dan memiliki satwa yang hampir punah.

Suasana hutan Kota Bonawang terasa adem dan udaranya sejuk, karena ditumbuhi berbagai jenis pohon, maka dimanfaatkan warga Kotamobagu, sebagai tempat joging dan bersantai.

Rindangnya ratusan pohon, membuat sinar matahari tak masuk, ditambah lagi kicauan burung. Terasa berada di hutan aslinya. Namun keindahan itu bisa dinikmati lebih baik asalkan fasilitas seperti gazebo, kandang untuk hewan serta akses jalan rusak dilengkapi.

"Masih kurang gazebo. Jadi kalau banyak pengujung harus berdiri. Apalagi musim hujan tidak ada tempat berteduh," ujar Putra Damopolii, warga Gogagoman.

Kata dia, gazebo di Hutan Bonawang, hanya tiga unit. Satu di pintu masuk, satu di tempat melihat hewan dan di puncak.

Selain gazebo, belum adanya kadang untuk hewan. Sehingga kesulitan untuk memberi makan.

"Saya takut, memberi makan kepada monyet, karena tidak di kandangkan, hanya diikat di pohon," ujar Putra.

Pengamanan Hutan Kota Bonawang, Ramada Malete (36) mengatakan, memang ada pengunjung sering mengeluh kurang gazebo dan fasilitas lain di sini.

"Saya hanya bisa menyakinkan, bahwa akan segera ditambah dan dilengkapi," ujar Ramada.

Kata dia, banyak warga datang berkunjung untuk melihat satwa, bersantai, joging dan berswafoto di hutan buatan ini.

Di sini terdapat spesis hewan rusa 4 ekor, 2 ekor moyet, satu Luwak (kus-kus) dan ayam hutan serta 3000 pohon dengan ratusan jenis. Ada 100 jenis pohon di tanam seperti nantu, cempaka, mahoni, cendana, kayu hitam, cempaka putih dalam dan lainya.

Lanjut dia, pengunjung juga tak bisa interaksi dengan hewan, karena takut. Alasan mereka hewan tidak di kadangkan.

Kepala UPT Kesatuan Pengeloan Hutan Produksi unit II, Musa Sero mengatakan kurang fasilitas di Hutan Bonawang, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kotamobagu.

"Hutan Kota menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah Kotamobagu dan Kehutanan dalam menjaga dan melestrarikan," ujar Musa Sero. (Tribunmanado.co.id/Vendi Lera)

Penulis: Vendi Lera
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved