Pedagang Ngamuk, Disperindagkop KotamobaguTambah Lapak di Pasar Senggol

Ia menambahkan, ada yang menyewakan lapak seharga Rp1,5 juta, padahal menurut Disperindagkop-UKM Kotamobagu hanya Rp 287 ribu.

Pedagang Ngamuk, Disperindagkop KotamobaguTambah Lapak di Pasar Senggol
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Foto dokumentasi Tribun Manado. Pedagang di Pasar Senggol Kotamobagu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Disperindagkop-UKM Kotamobagu Herman Arai mengatakan, pedagang yang sempat mengamuk sudah terakomodasi.

"Kami telah menambahkan jumlah lapak menjadi 402," ujar Herman, Sabtu (2/6/2018).

Dia mengakui, ada pedagang yang mengamuk lantaran tak mendapat lapak.

Namun kini, pedagang tersebut sudah bisa bersiap-siap untuk berdagang di Pasar Senggol yang digelar di Poyowa Kecil.

“Sewa lapak Rp 287 ribu. Satu pedagang satu lapak agar semua mendapat lapak berjualan di Pasar Poyowa Kecil,” kata dia.

Jumat (1/6/2018) malam, ratusan warga mendatangi Kantor Disperindagkop-UKM. Mereka mengakum lantaran tak mendapat lapak di Pasar Poyowa Kecil.

"Saya sudah datang sejak kemarin mendaftar, namun nama saya tidak ada," ujar Sri Marwanti Ali, warga Gogagoman.

Kata dia, Dinas DisperindagKop dan UKM, meminta KTP kepada seluruh pedagang, namun hanya sebagian mendapat lapak. Padahal, tahun lalu kebagian tempat.

Sri juga mempertanyakan tentang jaminan Disperindagkop-UKM yang akan memprioritaskan pedagang lokal.

Namun kenyataanya, kata dia, berbeda di lapangan.

"Ada 350 lapak yang disediakan Dinas Disperindagkop di Pasar Senggol Poyowa Kecil," ujar dia lagi.

Nurjanah Zakaria (54), asal Manado, harus kembali, karena tidak dapat lapak di Pasar Senggol. "Tahun lalu saya dapat, tahun ini tidak," ujar Nurjanah.

Ia menambahkan, ada yang menyewakan lapak seharga Rp1,5 juta, padahal menurut Disperindagkop-UKM Kotamobagu hanya Rp 287 ribu.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved