Teror di Belgia: Dua Polisi Gugur, Satu Warga Ikut Tewas
Setidaknya tiga orang tewas dalam penembakan di kota Liege, Belgia timur, yang disebut para pejabat
TRIBUNMANADO.CO.ID, Brussels - Setidaknya tiga orang tewas dalam penembakan di kota Liege, Belgia timur, yang disebut para pejabat setempat sebagai "aksi teroris".
Korban tewas dalam serangan hari Selasa di pusat kota termasuk dua polisi dan seorang pejalan kaki.
Juru bicara kantor kejaksaan, Phillipe Dulieu, mengatakan penyerang itu mendekati petugas dari belakang membawa pisau dan menikamnya beberapa kali.
"[Tersangka] ... mengambil senjata mereka. Dia menggunakan senjata pada petugas yang tewas," kata Dulieu dikutip aljazeera.com. Pelaku menembak mati seorang pria 22 tahun di sebuah kendaraan di dekatnya.
"Kejadian ini digolongkan sebagai insiden teroris," katanya.
Si penyerang kemudian diyakini telah menyandera seorang wanita sebelum ditembak mati oleh polisi.
Penyiar publik RTBF mengatakan tersangka adalah seorang residivis berusia 36 tahun yang telah dibebaskan pada hari pertama dari penjara lokal pada hari Senin.
Koran La Libre Belgique mengutip sumber polisi yang mengatakan pria bersenjata itu berteriak "Allahu Akbar", Tuhan adalah yang terbesar dalam bahasa Arab.
Video yang dipasang di media sosial menunjukkan mobil-mobil polisi bergegas ke tempat serangan sirene meraung ketika orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian.
Liege, sebuah kota industri yang dekat dengan perbatasan Jerman di wilayah Wallonia yang berbahasa Prancis, juga merupakan tempat penembakan pada tahun 2011, ketika seorang pria bersenjata menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 orang.
Belgia telah siaga sejak sebuah Negara Islam yang berbasis di Brussels dan Levant (ISIL) sel terlibat dalam serangan terhadap Paris pada tahun 2015 yang menewaskan 130 orang, serta serangan 2016 di Brussels di mana 32 meninggal. *