Penangkapan Aktivis HAM Coreng Citra Reformasi Arab Saudi

Sejak kudeta tahun lalu di Arab Saudi, telah melahirkan pemimpin baru Putra Mahkota

Penangkapan Aktivis HAM Coreng Citra Reformasi Arab Saudi
afp
Perempuan Saudi 


TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak kudeta tahun lalu di Arab Saudi, telah melahirkan pemimpin baru Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau MBS.

Ia memegang kendali atas setiap kebijakan negara yang penting. Janjinya terhadap reformasi telah membuat banyak orang yang diceritakan media internasional menempatkan harapan baru pada kerajaan.

Ketika media global sibuk mengumandangkan "kabar baik" tentang perempuan Saudi yang bersiap untuk reformasi, itu menimbulkan pertanyaan mengapa pemerintah memilih untuk menangkap 10 aktivis, tujuh wanita dan tiga pria.

Kerajaan menuduh mereka sebagai pengkhianat dan berkolusi dengan kekuatan asing untuk "menggoyahkan kerajaan".

"Sayangnya, ini bukan contoh pertama di mana aktivis hak asasi manusia, dan setiap perbedaan politik terkait dengan ancaman keamanan nasional," kata Kareem Chehayeb, peneliti Arab Saudi di Amnesty International dikutip aljazeera.com.

"Kami telah melihat kasus-kasus di mana orang-orang ditangkap hanya karena men-tweet kritik terhadap kebijakan Arab Saudi, dan, tentu saja, ini memainkan peran besar dalam memberangus segala bentuk aktivisme hak asasi manusia yang berbeda pendapat dan setiap bentuk ekspresi di negara ini," kata Chehayeb.

Perempuan Saudi mengemudi mobil
Perempuan Saudi mengemudi mobil (Aljazeera.com)

Para aktivis itu telah berada di bawah kendalu sejak September lalu ketika ayah putra mahkota, Raja Salman, mengumumkan larangan mengemudi akan segera berakhir.

[Penangkapan aktivis] mengungkapkan wajah asli rezim totaliter patriarki Saudi, di mana hak diberikan oleh keputusan kerajaan, bukan ketika dituntut oleh aktivis.

Hana al-Khamri, wartawan, Salon Yaman
Tidak terkejut dengan penangkapan baru-baru ini. Ia mengatakan bahwa selama pengumuman tahun lalu, "Pada hari yang sama, ironisnya, mereka menyebut aktivis hak-hak perempuan dan meminta mereka untuk tetap diam. Tidak mengaktifkan akun Twitter mereka atau menghentikan tweet. "

Narasi yang sekarang muncul di sekitar kisah ini tampaknya bertentangan dengan apa yang berhasil diciptakan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman sejak menjadi pewaris tahta kerajaan Saudi tahun lalu.

"Bahkan kerajaan mengalami kesulitan mempertahankan keputusan seperti itu," kata penulis Arab, Jamal Khashoggi.

Pemerintah Saudi membayar jutaan dolar kepada perusahaan hubungan masyarakat AS untuk  memoles citranya melalui berita, kepada pembuat kebijakan global dan publik. 

Mereka melukis MBS sebagai reformis moderat yang menangani korupsi dan "ekstremisme" di negaranya.

"Setiap negara ingin memiliki citra yang baik," jelas Khashoggi. "Tapi untuk bergantung hanya pada perusahaan dan janji-janji PR, ini hanya berlangsung singkat. Penangkapan aktivis wanita itu adalah bukti. Saat berita itu keluar, semua gambaran itu hilang. Dan sekarang, semua orang berbicara tentang, lagi-lagi penangkapan , kurangnya kebebasan politik di Arab Saudi. Jadi, pada dasarnya, apa yang akan memperbaiki citra Arab Saudi adalah tindakan di lapangan." *

Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved