Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penjara di Inggris Kekurangan Toilet, Narapidana Buang Kotoran lewat Jendela

Sebuah penjara negara di Inggris dilaporkan minim fasilitas terutama toilet sehingga memaksa tahanan untuk buang air besar di dalam sel

Editor: Fernando_Lumowa
METRO.co.uk / SWNS
Tampak atas gedung penjara negara Inggris, HMP Long Lartin yang dikategorikan penjara kelas A namun dilaporkan kekurangan fasilitas toilet. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebuah penjara negara di Inggris dilaporkan minim fasilitas terutama toilet sehingga memaksa tahanan untuk buang air besar di dalam sel dan membuangnya melalui jendela.

Sebuah laporan yang dirilis inspektur penjara mengklaim Penjara Negara HMP Long Lartin di desa Littleton Selatan, dekat Evesham, Worcestershire, sangat membutuhkan fasilitas toilet.

Penjara kategori A tersebut menampung sejumlah narapidana berprofil tinggi, seperti ulama radikal Abu Hamza dan Ian Watkins, serta menjadi rumah tahanan bagi pembunuh ganda, Christopher Halliwell.

Para inspektur melaporkan, sebagian fasilitas di penjara tersebut telah berusia tua. Hal itu membuat dari total 620 narapidana, lebih separuhnya tidak memiliki fasilitas toilet di dalam sel mereka.

Pihak penjara harus membuka kunci sel pada malam hari agar para narapidana yang butuh buang air dapat menggunakan fasilitas toilet yang ada di luar sel.

Namun karena keterbatasan toilet, antrean panjang narapidana di depan toilet pun tidak terelakkan.
"Pada satu waktu seorang narapidana diizinkan keluar dari sel selama 15 menit untuk menggunakan toilet atau mandi di malam hari. Namun kerap terjadi antrean dengan hingga tujuh atau lebih tahanan," tulis laporan tersebut.

"Sebagai akibatnya, beberapa narapidana harus menunggu hingga dua jam untuk ke toilet. Terkadang juga disiapkan ember di dalam sel jika mereka tidak sempat mengantre."

"Tahanan yang sudah tidak tahan terkadang terpaksa menggunakan kantong plastik untuk buang air besar atau kecil dan kemudian melemparkannya ke luar sel melalui jendela agar tidak mengotori sel," lanjut laporan tersebut dilansir Metro.co.uk.

Praktik yang banyak dilakukan pada zaman Viktoria itu telah dihapus dari puluhan tahun lalu karena dianggap tak pantas.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved