Bagini Cara Sederhana Kurangi Sampah di Bulan Ramadan

Menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam kerap membuat banyak orang merasa lapar mata saat berbuka.

Bagini Cara Sederhana Kurangi Sampah di Bulan Ramadan
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Para remaja putri penjual takjil dari remaja Masjid Nurul Yaqin sedang melayani pembeli di jalan Piere Tendean, Minggu (27/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam kerap membuat banyak orang merasa lapar mata saat berbuka.

Tak sedikit orang yang kalap untuk membeli berbagai makanan dan minuman karena dorongan nafsu 'berbuka.' Momen berbuka puasa pun terkadang dijadikan ajang "balas dendam."

Yang tak disadari, kebiasaan ini akan menyebabkan penumpukan kalori dan berakibat pada berat badan yang bertambah. Tak cuma itu, kebiasaan membeli makanan berbuka yang berlebihan hanya karena lapar mata ternyata juga berakibat buruk pada lingkungan.

"Saat membeli makanan atau minuman maka akan semakin banyak sampah yang dihasilkan, baik itu dari kantong plastik, gelas plastik, bungkus kertas, maupun karet," kata Siska Nirmala, pegiat zero waste.

Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih namun tetap bisa menikmati takjil atau makanan berbuka kesukaan Anda, berikut beberapa tipsnya.

1. Bawa wadah sendiri saat beli takjil
Segelas kolak hangat atau es buah segar dalam cup plastik memang praktis untuk berbuka puasa. Anda tinggal membelinya kemudian dibawa pulang atau untuk berbuka di jalan saat tak sempat.

Tapi pernah bayangkan sampah yang dihasilkan dari cup plastik tersebut? Anda pasti tahu kalau plastik termasuk sampah yang sangat sulit dan lama terurai di tanah.

Bayangkan selama 30 hari Anda tidak membeli takjil berkemasan cup plastik. Hal ini berarti ada 30 sampah cup plastik yang bisa dikurangi oleh satu orang. Kalikan saja berapa banyak yang membeli takjil tersebut.

Untuk menghindari sampah-sampah plastik dan cup plastik dari takjil, gunakan wadah sendiri seperti mangkok atau gelas Anda sendiri dari rumah. Selain bisa mengurangi sampah plastik, Anda juga bisa menjamin kebersihan wadah yang dibawa sendiri.

2. Ganti camilan manis dengan buah-buahan
Meskipun kolak sangat enak dan sayang dilewatkan, baiknya jangan terlalu sering mengonsumsinya. Bila dihitung mungkin kadar gula dalam kolak sudah lebih dari yang kita butuhkan.

Halaman
12
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved