Pramugari Ditemukan Tewas Tanpa Busana Usai Naik Taksi Online, Sempat Kirim Pesan Firasat ke Teman

Seorang wanita 21 tahun dibunuh oleh sopir Didi-nya di Zhengzhou. Didi adalah layanan transportasi online

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang wanita 21 tahun dibunuh oleh sopir Didi-nya di Zhengzhou. Didi adalah layanan transportasi online untuk lebih dari 450 juta pengguna di lebih dari 400 kota di Cina.

Wanita 21 tahun yang dibunuh bernama Li, adalah seorang pramugari Lucky Air. Dia pulang kelewat larut pada malam hari (05/05/2018).

Li menyewa taksi online melalui aplikasi Didi untuk membawanya dari bandara Zhengzhou kembali ke rumahnya di pusat kota.

Sebelum dibunuh, korban telah mengirim pesan kepada seorang teman yang menggambarkan supir taksi bertindak seperti orang cabul, mengatakan bahwa dia cantik dan bahwa dia ingin menciumnya.

Temannya mendesak wanita muda itu untuk membuat alasan dan keluar dari mobil, namun, wanita itu bersikeras bahwa dia baik-baik saja.

Sayangnya, itu adalah kali terakhir.

Beberapa hari kemudian, polisi menemukan mayatnya, setengah telanjang dan dengan beberapa luka tusukan.

Berita tentang pembunuhan Li viral pada hari Kamis dan dengan cepat menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di media sosial Cina.

Didi Chuxing telah meminta maaf atas kematian tragis wanita muda itu, menyatakan bahwa tanggung jawabnya dalam kasus ini 'tak terbantahkan' dan perlu 'memenangkan kembali kepercayaan pelanggan'.

Perusahaan telah mengatakan bahwa ia bekerja dengan polisi untuk melacak pembunuhnya dan telah berjanji untuk meninjau standar prosedur pencarian karyawannya agar hal seperti itu tidak pernah terjadi lagi.

Selain itu, pada Kamis malam, Didi mengumumkan hadiah hingga 1 juta yuan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan supir yang mereka identifikasi sebagai seorang lelaki bernama Liu Zhenhua.

Namun, permintaan maaf perusahaan tetaplah mendapatkan kritik atas pembunuhan Li dengan netizen yang menuduh perusahaan memiliki standar keamanan yang lemah dan celah keamanan yang memungkinkan individu berbahaya menjadi karyawan mereka.

Padahal Didi membanggakan diri memiliki pemeriksaan latar belakang yang paling ketat dalam industri di China.

Banyak netizen mengatakan bahwa Didi jelas masih belum cukup tangguh, menyerukan kepada perusahaan untuk menyaring driver lebih ketat lagi.

Didi sebelumnya juga pernah menghadapi kasus serupa pada Mei 2016 setelah seorang pengemudi membunuh seorang wanita berusia 24 tahun di Shenzhen.

Perusahaan menanggapi dengan meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan, termasuk penambahan tombol SOS penumpang ke dalam aplikasinya.

Namun, ternyata, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk perusahaan yang dengan 450 juta pengguna terdaftar saat ini dan berharap mendapatkan jumlah tersebut menjadi 2 miliar pengguna dalam dekade mendatang.

Simak video di atas. (Intisari-Online.com/Adrie P. Saputra)

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved