Breaking News:

Dituntut 15 Tahun Penjara, Mantan Wakil Ketua DPRD Minta Keringanan Demi 10 Anaknya

Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol mengajukan nota pembelaan di persidangan di PN Denpasar.

Editor:
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol saat menghadiri sidang tuntutan di PN Denpasar, Kamis (17/5), ia dituntut 1 tahun penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DENPASAR – Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol mengajukan nota pembelaan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar atas tuntutan 15 tahun penjara.

Dia mengiba agar hukumannya diringankan, apalagi kini harus menanggung 10 orang anaknya, dia mengaku juga menjadi tulang punggung keluarga.

Usai pembacaan nota pembelaan oleh tim penasihat hukumnya, Puguh dkk, Jro Jangol, di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi juga menyampaikan permohonan lisan agar diputus seadil-adilnya.

Dasar dimohonkannya putusan itu, karena dirinya mengaku bersalah dan merupakan tulang punggung keluarga.

"Izin Yang Mulia Majelis hakim, saya mengaku bersalah dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan menggunakan narkotik. Saya meminta maaf kepada keluarga besar dan masyarakat luas. Saya mempunyai tanggungan 10 anak yang masih kecil-kecil. Mohon majelis hakim mempertimbangkan agar memutus seadil-adilnya dan seringannya," ucap Jro Jangol, Kamis (24/5).

Tim penasihat hukum Jro Jangol dalam nota pembelaan yang dibacakan Puguh menyatakan, tuntutan yang diajukan tim jaksa terlalu sangat tinggi dan berlebihan.

Mengingat pada fakta persidangan berupa keterangan saksi Rahman dan saksi I Kadek Dandi Suardika yang meyakinkan peran terdakwa Jro Jangol mengada-ada.

Padahal versi Puguh, terdakwa tidak pernah memberikan sabu sebagaimana disebut Rahman dan I Kadek Dandi Suardika. Selain itu barang bukti dimaksud oleh Rahman tidak ada dalam perkara ini.

"Hal ini telah dibantah kebenarannya oleh terdakwa di depan persidangan selain barang bukti yang ditemukan disimpan di dalam kamar Terdakwa. Oleh karena dengan tuntutan tidak tepat dan terlalu berlebihan," jelasnya.

Pihaknya menyatakan, tidak sependapat dengan dakwaan kedua tim JPU yang digunakan sebagai dasar penuntutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved