Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Distanak Sulut Sudah Turun Tangani Kasus Flu Burung di Mitra

Sedikitnya 2.000 ekor unggas di Minahasa Tenggara mati mendadak terindikasi virus flu burung.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Novly Wowiling 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sedikitnya 2.000 ekor unggas di Minahasa Tenggara mati mendadak terindikasi virus flu burung.

Novly Wowiling, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mengungkapkan, ll Pemprov Sulut sudah melakukan penanganan atas kasus kematian mendadak unggas karena terindikasi flu burung.

"Tim sudah turun ke lapangan setelah ada laporan pertama Jumat minggu lalu," kata dia ketika dikonfirmasi tribunmanado.co.id, Selasa (22/5/2018).

Penanganan dilakukan dengan cara membakar bangkai unggas yang mati, kemudian memberikan disinfektan terhadap lingkungan sekitar ditemukan kasus

Distanak juga masih siaga di lokasi tempat kasus flu burung tersebut, upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran.

"Tim juga membantu dalam memberikan informasi mengenai penanganan jika ditemukan kasus, masyarakat langsung melaporkan. Penanganan yang bisa dilakukan membakar atau mengubur bangkai unggas dengan memakai sarung tangan," ujar dia.

Novly menegaskan, belum ditemukan kasus manusia terinfeksi virus flu burung.

Kasus flu burung bukan kali pertama terjadi di Sulut. Setelah lama hilang kembali muncul lagi. Virus kembali muncul karena ada pada masa inkubasi, kondisi tertentu membuat virus itu kembali hidup misalnya jika kadang unggas tidak dibersihkan memungkinkan virus kembali aktif.

Novly mengungkapkan, masyarakat tak perlu khawatir karena pemerintah sudah melakukan penanganan sesuai prosedur tetap.

Pemprov pun sudah memperketat arus transportasi unggas di wilayah yang terkena dampak.

Selain itu tak perlu ada kekhawatiran soal ketersediaan daging unggas jelang hari besar keagamaan. (Tribunmanado.co.id/Ryo Noor)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved