Tari Kabasaran Tampil Aktraktif di Demo Kutuk Terorisme

Tabuhan tambur, bunyi gemerincingnya lonceng kecil, dan seruan I Yayat U Santi bergemuruh di depan Lobi Kantor Gubernur Sulut.

Tari Kabasaran Tampil Aktraktif di Demo Kutuk Terorisme
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Tari Kabasaran 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tabuhan tambur, bunyi gemerincingnya lonceng kecil, dan seruan I Yayat U Santi bergemuruh di depan Lobi Kantor Gubernur Sulut, Senin (21/5/2018).

Sekitar 20 orang berpakaian merah, bermahkota ke burung tahun lengkap dengan buku-buku serta aksesories tengkorak, dan pedang ditangan sedang meliuk mengikuti irama musik dalam tabuhan tambur.

Muka sangat, mata melotot mereka berpasangan saling berhadapan, seakan-akan melenggangkan pedang atau menusuk tombak satu sama lain sambil berteriak.

Sreet!!! Sebuah pedang dibacokan ke kaki, seorang pejuang sigap melompat, pedang hanya menghantam angin,  kemudian menyerempet jalan hingga menimbulkan percikan api.

Suasana bak perang itu merupakan ciri khas tarian kabasaran. Tarian menggambarkan perjuangan para Tou (orang) Minahasa saat berperang.

Taeian Kabasaran yang diperagakan Kelompok Kawasaran Pasiowan Ne Tonsea merupakan bagian dari atraksi aksi demonstrasi Perhimpunan Masyarakat Peduli Sulawesi Utara (PMPS) di Kantor  Gubernur Sulut, Senin (21/5/2018).

Sekitar puluhan orang menyuarakan mengutuk aksi terorisme dan berkomitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usai aksi kabasaran, para demonstran melakukan orasi setelah lebih dulu membaca Pancasila dan UUD '45.

Dalam orasi damai tersebut, koordinasi lapangan Mordekhai Massie menyampaikan beberapa tuntuan yang ditujuhkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Mereka mendesak agar Pemerintah Pusat mengaktifkan wajib beasiswa S1, mendesak program latihan tenaga kerja, mengaktifkan Perpu UU teroris, mengeluarkan Perpu UU tindakan korupsi, melindungi aktivis pro pancasila serta untuk Pemerintah Daerah agar segera menuntaskan persoalan penyaluran dana bantuan bencana alam yang terjadi pada 15 Januari 2014.

Dalam orasi tersebut Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Kumendong yang didampingi oleh satuan Pamong Praja dan Kepolisian Sulawesi Utara menerima serta mendengar langsung aspirasi dari ormas PMPS.

 
Pemerintah Sulawesi Utara, (dalam hal ini Kumendong) mengapresiasi akan tindakan dari ormas yang dilihat sangat peduli akan bangsa terlebih daerah Sulawesi Utara.

Dan untuk itu tuntutan bagi Pemerintah Daerah terlebih bagi korban bencana nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Utara. Sedangkan aspirasi bagi Pemerintah Pusat akan diteruskan oleh Gubernur ke pusat.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved