Aktivitas Masyarakat di Medsos Dipantau Patroli Cyber

Menurut AKBP Phillemon Ginting kapolres Bitung jangan menyalahkan agamanya melainkan orangnya.

Aktivitas Masyarakat di Medsos Dipantau Patroli Cyber
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Dialog Interaktif 'Generasi Milenial Kristen' Anti Radikalisme dan Hoaks, Minggu kemarin di gedung gereja GMIM Yobel, Bitung, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Maraknya aksi teror bom yang dilakukan teroris di sejumlah daerah belakangan ini, menurut AKBP Phillemon Ginting kapolres Bitung jangan menyalahkan agamanya melainkan orangnya.

"Generasi milenial sekarang ini, jangan karena amara muncul, menyalahkan orang ketika ada satu peristiwa," kata Kapolres saat menjadi narasumber, di Dialog Interaktif 'Generasi Milenial Kristen' Anti Radikalisme dan Hoaks, Minggu kemarin di gedung gereja GMIM Yobel, Bitung, Sulawesi Utara.

Pihaknya terus berupaya mengubah dan menanamkan mainset anti hoax kepada generasi milenial dan masyarakat pada umumnya, mulai dengan tindakan hukim.

"Setiap hari polres Bitung, terima laporan tentang hoax dan pencemaran nama baik," tambahnya.

Kapolres menjelaskan, mainset warga Kota Bitung saat ini dalam melaporkan hoax dan pencemaran nama baik seperti dalam kasus ini.

Ada seorang warga yang hilang handphone, kemudian membuat status di facebook dengan menyertakan nama seseorang yang diduga mencuri handphone itu.

"Nah, warga yang membuat status itu yang dilapor ke polisi. Ada juga perbuatan di medsos yang tidak baik tentang agama dilakukan oleh generasi milenial, saat diproses hukum ditanya kenapa melakukan perbuatan itu jawababnnya karena bakusedu," urainya.

Pihaknya berkeinginan dalam bersosmed segera lakukan koreksi terhadap hal yang tidak bagus.

Polisi kini sudah ada patroli cyber, yang bertugas melakukan patroli di dunia maya. Kerjasama dengan pengguna pemilik sosmed, merupakan bagian dari upaya pencegahan, penyuluhan dan sanksi hukum.

"Penerapan uu ITE diterapkan saat memggunakan fasilitas teknologi dijerat dengan ancaman hukuman enam sampai 16 tahun dan akan diperberat," kata dia.

Selain itu kata Kapolres, saat ini tengah menyelimuti masyarakat yang namanya sindrom atau bahasa sekarang kepo alias karlota.

"Nah melalui kebiasaan seperti ini, hingga memunculkan kebanggaan dari orang yang upload duluan apalagi live terhadap satu peristiwa. Hal-hal seperti perlu dihindari," tukasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved