Cafe Totabuan Pakai Mi Buatan Sendiri
afe Totabuan Kawasan Megamas Manado tidak pernah menggunakan mi produk dari luar
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Selama ini sejak dibuka 5 April 2018, Cafe Totabuan Kawasan Megamas Manado tidak pernah menggunakan mi produk dari luar.
Ada tim khusus yang membuat sendiri mi dengan bahan-bahan berkualitas seperti terigu dan bumbu lainnya.
"Kami memang menyediakan mi original tanpa pengawet dan pewarna," ujar Manager Cafe Totabuan Stevanus Kalangi kepada Tribun Manado, Minggu (20/5/2018) malam.
Alasannya selain ingin menghadirkan mi yang bebas dari pengawet, Cafe Totabuan adalah cafe tradisional dari Kotamobagu.
"Makanannya termasuk mi memang harus khas dari Kotamobagu yang bersih dan aman dikonsumsi bagi siapa saja," ujar Stevanus.
Stevanus menekankan bahwa mi yang dibuat di Cafe Totabuan Kawasan Megamas Manado halal. "Dijamin halal 100 persen," ujar dia.
Steven juga mengatakan jika membeli mi dari luar, maka dirinya tidak bisa mengecek apa saja yang dicampur.
"Kalau diluar kami tidak bisa tau campurannya apa. Kalau buat sendiri kita sudah tahu. Dan bisa pastikan itu layak dikonsumsi. Lebih irit biaya juga. Untuk mi setiap hari selalu fresh. Karena baru dibuat. Dan tidak ada yang disimpan di kulkas dengan waktu yang lama," ujar Stevanus.
Mi olahan sendiri pun selanjutnya akan dihidangkan dengan nama menu Mi Ojo Cakalang.
Rasanya memang khas, selain mi bumbu kuahnya begitu terasa.
Memang untuk menu makanan dengan bahan dasar mi menjadi primadona di Manado. Selain Cafe Totabuan di tempat lain juga menawarkan mi dengan menu yang berbeda.
Seperti Bakso Sakinah milik Arum. Selama bulan ramadan di Parkiran Megamal Manado, bakso dengan rasa spesial ini selalu hadir menemani waktu berbuka puasa masyarakat Kota Manado dan sekitarnya.
Arum mengatakan untuk menghasilkan makanan dengan rasa yang spesial tentu menggunakan bahan yang spesial juga.
Untuk bahan dasar mi, Arum selalu memperhatikan dan mengutamakannya. Dia selalu membeli mi yang tidak mengandung bahan berbahaya.
Untuk mengetahui mana mi yang baik, Arum punya caranya tersendiri.
"Kita lihat tekstur warna mi nya. Yang mengandung boraks cenderung mengkilat. Sedangkan yang tidak mengandung boraks warnanya cenderung kusam. Tektur mi yang mengandung boraks cenderung mengumpal dan sulit terurai," ujar Arum.
Selain dari teksturnya, kata Arum dia memilih mi dari aromanya.
"Aroma mie yang menyengat itu berarti sudah mengandung boraks," ujar Arum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cafe-totabuan_20180520_232331.jpg)