Beberapa Aset Sekolah Jadi Temuan BPK, Ini Komentar Kadis Pendidikan Bitung

Beberapa aset sekolah di Bitung belum dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bitung. Hal tersebut ternyata menjadi catatan saat pemeriksaan BPK

Beberapa Aset Sekolah Jadi Temuan BPK, Ini Komentar Kadis Pendidikan Bitung
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Julius Ondang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Beberapa aset sekolah di Bitung belum dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bitung. Hal tersebut ternyata menjadi catatan saat pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Iya memang ada yang menjadi temuan dari BPK, yaitu bantuan dari pemerintah yang belum tercatat sebagai aset Pemkot Bitung," ujar Julius Ondang, Kadis Pendidikan Bitung, Minggu (20/5).

Ia menjelaskan, ini merupakan kelalaian dari pihak sekolah yang tidak langsung melaporkan saat ada bantuan yang masuk. "Atau ada sekolah yang memang tidak mau terbuka," ujarnya.

Namun menurutnya, temuan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan melakukan pemisahan aset.
"Kami sudah laporkan dan berkasnya sudah saya tandatangani juga," ujar dia.

Beberapa aset yang dimaksud berada beberapa sekolah di antaranya SMP Negeri 1 Bitung, SMP Negeri 2 Bitung, SD Danowudu, dan SD Inpres 7/83 Girian Weru.

"Ada yang menerima bantuan laptop dari pemerintah, revitalisasi, rehabilitasi. Juga ada bantuan dalam bentuk uang dan barang," jelas dia.

Ia meminta kepada seluruh sekolah agar ke depan lebih terbuka dan melaporkan jika mendapatkan bantuan dari pemerintah agar segera dicatat menjadi aset.

Jam Belajar
Semua sekolah di Bitung akan mendapatkan pengurangan jam belajar siswa selama Ramadan.
"Biasanya untuk SMP tiap mata pelajaran dari 40 menit menjadi 30 menit, SD dari 30 menit menjadi 25 menit," ujar Julius Ondang Kadis Pendidikan Bitung.

Namun menurutnya, peraturan tersebut akan berlaku beberapa hari saja, sebab pekan depan para siswa ini akan menjalani ulangan kenaikan kelas.

"Sehingga mereka pasti cepat pulang, lantaran hanya dua mata pelajaran setiap hari untuk ulangan," katanya.
Namun untuk guru menurutnya tetap akan masuk pukul 08.00 pagi dan pulang pukul 15.00 Wita untuk Senin hingga Kamis, sementara Jumat pulang pada pukul 15.30 WITA.

"Sebab mereka kan waktu istirahat panjang, sebab harus salat juga," jelasnya.
Ia menjelaskan, usai ulangan, para siswa akan menunggu hingga proses penerimaan rapor yang akan dilaksanakan sekitar tanggal 8-9 Juni 2018. "Sebelum idul Fitri, tapi kan proses belajar sudah tidak ada," jelasnya.
Ia juga berpesan kepada siswa dan guru muslim agar tetap menjalankan puasa, dan kepada yang non-muslim agar menghormati yang sementara puasa. (amg)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved