Kuasa Hukum Terdakwa Rosa Tindajoh Minta VAP Dijadikan Tersangka

Michael Dotulong ketika dihubungi TribunManado.co.id, Sabtu (19/5/2018) mengatakan, sudah saatnya Kejati Sulut menetapkan VAP sebagai tersangka.

Kuasa Hukum Terdakwa Rosa Tindajoh Minta VAP Dijadikan Tersangka
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Persidangan proyek pemecah ombak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keterlibatan Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dalam kasus dugaan korupsi pemecah ombak Likupang Minahasa Utara (Minut) memang masih terus diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut).

Namun, menurut kuasa hukum dr Rosa Tindajoh, Michael Dotulong ketika dihubungi TribunManado.co.id, Sabtu (19/5/2018) mengatakan, sudah saatnya Kejati Sulut menetapkan VAP sebagai tersangka.

"Dari bukti-bukti persidangan sudah terlihat jelas bagaimana keterlibatan VAP dalam kasus ini. Untuk itu kami minta agar Kejati segera menetapkan VAP sebagai tersangka," ujar Dotulong.

Selain orang nomor satu Minut tersebut, Michael juga meminta agar beberapa nama seperti Kombes Pol Rio Permana dan Alexander Panambunan ikut diseret dalam kasus ini.

"Karena dari pengakuan para terdakwa mereka juga terlibat dalam pencairan proyek tersebut, itu artinya mereka terlibat dan harus dijadikan tersangka," ujarnya.

Baca: Sidang Pemecah Ombak di Likupang - Saksi Tagih Utang ke Terdakwa, Nama Bupati Minut Kembali Disebut

Baca: Jadi Saksi di Sidang Pemecah Ombak, Direktur BNPB Ungkap Sejumlah Fakta

Baca: Terkait Kasus Pemecah Ombak di Likupang, Direktur BNPB Ditahan Kejati Sulut

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Baca: Bupati Minut Mangkir di Sidang Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Baca: Kejati Temukan Bukti Baru Keterlibatan VAP Dalam Kasus Pemecah Ombak

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved